Faktanews24.com – Pacitan, Menjadi wartawan identik dengan aktivitas mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, bagi Sadiran, pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti di dunia jurnalistik. Selama kurang lebih 15 tahun, ia juga menekuni terapi pijat tradisional yang telah membantu banyak warga mengatasi berbagai keluhan kesehatan.
Sadiran, yang juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan Jawa Timur Media Patriot, memanfaatkan pengalaman dan keterampilannya untuk memberikan layanan terapi kepada masyarakat di wilayah Eks Karesidenan Madiun. Wilayah pelayanan tersebut meliputi Kabupaten Magetan, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, hingga Kabupaten Pacitan.
Berbagai keluhan yang sering ditangani antara lain tubuh mudah lelah akibat aktivitas berat, kesemutan, pusing, gangguan pada otot dan persendian, melemahnya fungsi kaki, hingga keluhan terkait vitalitas pria. Menurutnya, setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda sehingga penanganan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing.
Dalam proses terapi, Sadiran mengombinasikan pijat pada titik-titik saraf dengan beberapa metode pendukung seperti terapi bekam, terapi listrik, serta penggunaan telur ayam kampung sebagai bagian dari teknik terapi yang telah lama dipraktikkannya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama terapi yang diberikan adalah membantu meredakan ketegangan otot, meningkatkan kenyamanan tubuh, dan mendukung pemulihan fungsi gerak. Seluruh tindakan dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan kenyamanan pasien.

Kepercayaan masyarakat terhadap layanan tersebut tumbuh dari pengalaman para pasien yang telah merasakan manfaatnya. Salah satunya disampaikan oleh Kurniawan, warga Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.
“Sesudah diterapi badan terasa lebih ringan. Pijatan dilakukan sesuai titik-titik saraf sehingga membuat saya merasa jauh lebih nyaman,” ujar Kurniawan saat diwawancarai wartawan pada Kamis, 02 Juli 2026.
Meski demikian, Sadiran mengingatkan bahwa terapi tradisional merupakan upaya pendukung untuk menjaga kebugaran tubuh dan bukan pengganti pelayanan medis. Ia menyarankan masyarakat yang mengalami keluhan berat, cedera serius, atau penyakit tertentu agar tetap memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
Baginya, profesi wartawan dan terapis memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan manfaat bagi masyarakat. Jika melalui jurnalistik ia menyampaikan informasi yang dibutuhkan publik, maka melalui terapi tradisional ia berharap dapat membantu masyarakat memperoleh kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup.
Selama 15 tahun menjalani profesi tersebut, Sadiran mengaku akan terus mempertahankan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan pengalaman, kehati-hatian, serta etika dalam menjalankan terapi tradisional.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno












