Berita Nasional

Hari Bhayangkara Ke-80 di Pacitan, Menguatkan Kolaborasi Menjaga Stabilitas untuk Mendorong Pembangunan Daerah

×

Hari Bhayangkara Ke-80 di Pacitan, Menguatkan Kolaborasi Menjaga Stabilitas untuk Mendorong Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260701 WA01061

Faktanews24.com – Pacitan, Delapan dekade perjalanan Kepolisian Negara Republik Indonesia diperingati di berbagai daerah dengan semangat memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Di Kabupaten Pacitan, peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 menjadi ruang untuk menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas yang menjadi prasyarat pembangunan.

Upacara berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan pada Rabu, 1 Juli 2026, dipimpin Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar. Mengusung tema “80 Tahun Pengabdian Polri untuk Masyarakat,” kegiatan itu dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Pacitan, Ketua Bhayangkari Cabang Pacitan, serta jajaran Polres Pacitan.

Barisan peserta upacara mencerminkan wajah kolaborasi antar lembaga. Personel TNI dan Polri berdiri berdampingan dengan anggota Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Aparatur Sipil Negara (ASN), Satuan Pengamanan (Satpam), hingga anggota Pramuka. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan kerja bersama seluruh komponen bangsa.

IMG 20260701 WA00971

Dalam amanat Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur yang dibacakan Kapolres Pacitan, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Polri atas dedikasi yang terus diberikan dalam menjalankan tugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

Kapolda menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama yang harus terus dijaga. Oleh sebab itu, setiap anggota Polri dituntut meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, serta pendekatan yang humanis.

“Terus berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh integritas, profesionalisme, dan sikap humanis,” demikian amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakan Kapolres Pacitan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan institusi kepolisian semakin berkembang. Di tengah perubahan sosial, kemajuan teknologi, dan meningkatnya ekspektasi publik terhadap pelayanan negara, Polri dituntut mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar penegakan hukum yang adil dan berkeadaban.

Rangkaian peringatan Hari Bhayangkara di Pacitan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara. Kapolres Pacitan juga meluncurkan buku berjudul “Literasi: Jembatan Budaya Kuliner dan Pemolisian Humanis,” sebuah karya yang memadukan perspektif literasi, sejarah, budaya kuliner, dan pendekatan pemolisian yang berorientasi pada kemanusiaan.

Melalui buku tersebut, Kapolres berharap literasi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan institusi kepolisian dengan dunia pendidikan, perpustakaan, komunitas budaya, dan masyarakat luas. Upaya tersebut diharapkan memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus globalisasi.

IMG 20260701 WA01051

Peluncuran buku itu memberi warna berbeda dalam peringatan Hari Bhayangkara tahun ini. Di luar tugas menjaga keamanan, kepolisian juga menunjukkan peran dalam mendorong tumbuhnya budaya membaca, memperluas ruang edukasi, dan memperkuat identitas budaya masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh khidmat. Bagi Pemerintah Kabupaten Pacitan dan Polres Pacitan, peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 menjadi momentum mempererat sinergi yang selama ini telah terbangun.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Dengan stabilitas yang terpelihara, berbagai agenda pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih efektif, membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Pacitan.

Pada akhirnya, Hari Bhayangkara Ke-80 bukan sekadar penanda usia institusi kepolisian. Momentum ini menjadi refleksi bahwa keamanan yang terjaga, kepercayaan publik yang terus dibangun, dan kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi utama bagi kemajuan daerah di tengah tantangan zaman yang terus berubah.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *