Info Cirebon

Sarkun Korban Kebakaran Tujuh Bulan Masih Tidur di Poskamling, Bantuan Belum Terealisasi

×

Sarkun Korban Kebakaran Tujuh Bulan Masih Tidur di Poskamling, Bantuan Belum Terealisasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20261001 WA0067

Faktanews24.com
‎Kabupaten Cirebon — Nasib memprihatinkan dialami Sarkun, warga Blok Nagrog RT 12/05, Desa Galagamba, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.
‎

IMG 20261001 WA0066

‎Tujuh bulan setelah rumahnya terbakar, ia hingga kini masih bertahan hidup dengan tidur di poskamling karena belum memiliki tempat tinggal yang layak.
‎
‎Sarkun sehari-hari bekerja sebagai pemulung dan serabutan. Ia hidup seorang diri dan mengandalkan penghasilan dari mengumpulkan barang-barang bekas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
‎
‎Musibah kebakaran terjadi pada 10 Maret 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran tersebut menghanguskan rumah yang dihuni tiga kepala keluarga dalam satu lokasi.
‎
‎Namun, hingga Kamis, 1 Oktober 2026, Sarkun mengaku belum mendapatkan bantuan pembangunan tempat tinggal yang layak dari pemerintah, baik pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Cirebon maupun pemerintah provinsi.
‎
‎Kondisi itu membuat Sarkun terpaksa menggunakan poskamling sebagai tempat beristirahat. Pada siang hari, ia harus menghadapi panas, sedangkan malam hari harus menahan udara dingin.
‎

IMG 20261001 WA0065

‎Saat ditemui di lokasi bekas kebakaran, Sarkun menyampaikan harapannya agar pemerintah segera turun tangan melihat kondisi yang dialaminya.
‎
‎“Saya mohon kepada pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten, agar segera membantu saya. Coba cek lokasi ini, sudah tujuh bulan. Apalagi sebentar lagi memasuki musim hujan,” ujar Sarkun.
‎
‎Sarkun berharap bantuan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga dirinya bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.
‎
‎Ketua RT 12/05, Iin, membenarkan bahwa Sarkun merupakan salah satu korban kebakaran yang hingga kini belum mendapatkan bantuan untuk pembangunan rumah layak huni.
‎
‎Menurut Iin, dalam peristiwa kebakaran tersebut terdapat tiga kepala keluarga yang terdampak. Namun, baru satu kepala keluarga yang mendapatkan bantuan dari PMI, sementara dua kepala keluarga lainnya, termasuk Sarkun, disebut masih menunggu bantuan.
‎
‎“Benar, Sarkun menjadi korban kebakaran dan sudah tujuh bulan belum mendapatkan bantuan untuk pembangunan tempat tinggal yang layak. Bukan hanya Sarkun, ada tiga kepala keluarga yang menjadi korban. Baru satu yang dibantu PMI, sedangkan dua lainnya sampai saat ini belum mendapatkan bantuan,” kata Iin.
‎
‎Ia berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan ke lokasi dan merealisasikan bantuan bagi para korban yang masih membutuhkan tempat tinggal.
‎
‎“Kami memohon kepada instansi terkait agar segera merealisasikan bantuan untuk dua kepala keluarga di lingkungan kami yang sampai sekarang belum mendapatkan bantuan,” pungkasnya.
‎
‎Syahril
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *