Muara Bungo — Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi Pasar Bawah Muara Bungo tampak semakin sepi dari pengunjung. Para pedagang mengeluh karena minimnya pembeli yang berdampak langsung pada penjualan mereka. Puluhan kios yang ditempati para pedagang, seperti toko pakaian, jasa jahit, dan perlengkapan lainnya, kini terlihat lengang.
Ratusan petak ruko yang berstatus aset milik Pemerintah Kabupaten Bungo dan memiliki izin Hak Guna Bangunan (HGB) pun tidak luput dari kondisi ini.
Beberapa hari lalu, awak media menghubungi Ketua Pedagang Pasar Bawah, Fahri — yang akrab disapa Bang Fahri — untuk meminta tanggapannya. Fahri yang menjabat untuk periode 2022–2027 membenarkan keluhan para pedagang.
“Benar, beberapa bulan terakhir ini banyak pedagang mengeluh karena sepinya pengunjung. Kios-kios dan gedung yang menjadi tempat mereka berjualan ini berstatus aset milik Pemda Bungo,” jelas Fahri.
Ia pun berharap agar Bupati Bungo terpilih, Dedy Putra, S.H., M.Kn. — yang akrab disapa Cik Dedy — bersama pasangannya, Ustaz Dayat, bisa berkunjung langsung ke Pasar Bawah, khususnya ke deretan kios yang dimaksud, untuk melihat kondisi dan mendengar langsung keluhan para pedagang.
Selain itu, Fahri juga menyinggung soal status Hak Guna Bangunan (HGB) kios yang masa kontraknya sudah habis sekitar dua tahun terakhir. Ia mendesak agar dinas atau instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pendataan ulang terhadap para penyewa kios.
“Saya berharap instansi yang berwenang segera mendata ulang pemilik atau penyewa kios yang sebenarnya,” tegas Fahri mengakhiri wawancara.