Info Sulawesi Tengah

Operasi Patuh Tinombala 2026, Kepatuhan Pengendara di Tolitoli Naik 25 Persen

×

Operasi Patuh Tinombala 2026, Kepatuhan Pengendara di Tolitoli Naik 25 Persen

Sebarkan artikel ini
Operasi Patuh Tinombala 2026, Kepatuhan Pengendara di Tolitoli Naik 25 Persen Terbaru Dapodik

Siaran Pers Media Faktanews24

Baca Berita

Tolitoli – Pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala 2026 di Kabupaten Toli-Toli mulai menunjukkan hasil positif. Selama kurang lebih sepekan operasi berlangsung, kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas mengalami peningkatan sekitar 25 persen dibandingkan sebelum operasi dilaksanakan.

Kasat Lantas Polres Toli-Toli, Iptu Suparjan Bakri, mengungkapkan peningkatan tersebut berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan. Operasi yang dilaksanakan serentak di wilayah Sulawesi Tengah itu menyasar kelengkapan kendaraan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta kepatuhan pengendara terhadap aturan lalu lintas.

Menurut Suparjan, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat dari meningkatnya penggunaan helm, termasuk bagi orang tua yang mengantarkan anak ke sekolah. Jika sebelumnya masih ditemukan pengendara yang mengabaikan penggunaan helm, kini kesadaran untuk menggunakan perlengkapan keselamatan tersebut semakin meningkat.

Selain penggunaan helm, kepatuhan pengendara saat berada di persimpangan yang dilengkapi lampu lalu lintas atau traffic light juga menunjukkan perubahan positif. Jumlah pengendara yang menerobos lampu merah mulai berkurang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Berdasarkan hasil pemantauan kami, kepatuhan masyarakat mengalami peningkatan sekitar 25 persen. Kami melihat perubahan perilaku, baik dalam penggunaan helm maupun kepatuhan saat berada di persimpangan lampu merah,” ujar Iptu Suparjan Bakri kepada awak media Selasa (3/11/2026).

Ia berharap, peningkatan kesadaran tersebut tidak hanya berlangsung selama Operasi Patuh Tinombala 2026, tetapi dapat menjadi kebiasaan masyarakat dalam berkendara setiap hari. Menurutnya, operasi kepolisian bukan bertujuan menimbulkan ketakutan, melainkan membangun kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas.

“Operasi Patuh Tinombala ini bukan untuk ditakuti masyarakat, melainkan untuk membentuk kesadaran serta membudayakan tertib berlalu lintas. Kami berharap masyarakat semakin patuh dan taat terhadap aturan lalu lintas guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” ungkapnya.

Baca Juga:  IMIPAS PEDULI, RUTAN HUMBANG HASUNDUTAN SALURKAN BANSOS KEPADA 50 LANSIA

Dengan meningkatnya kepatuhan pengendara, Satlantas Polres Toli-Toli berharap Operasi Patuh Tinombala 2026 dapat berkontribusi terhadap penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Masyarakat juga diimbau tetap menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu dan marka jalan, serta mengutamakan keselamatan meskipun operasi telah berakhir. — (AS)

Penulis: Dian R
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *