Info Sumatera Utara

KA KPR Rutan Humbahas Terbukti Menerima Setoran Dari Para Napi Yang Membangun Kerajaan Lodes Dan Narkoba,Menteri Imipas Diminta Segera Copot Dan Mutasi Jajaran Pejabat Struktural

×

KA KPR Rutan Humbahas Terbukti Menerima Setoran Dari Para Napi Yang Membangun Kerajaan Lodes Dan Narkoba,Menteri Imipas Diminta Segera Copot Dan Mutasi Jajaran Pejabat Struktural

Sebarkan artikel ini
KA KPR Rutan Humbahas Terbukti Menerima Setoran Dari Para Napi Yang Membangun Kerajaan Lodes Dan Narkoba,Menteri Imipas Diminta Segera Copot Dan Mutasi Jajaran Pejabat Struktural

Siaran Pers Faktanews24

Humbang Hasundutan — Ikrar Bersama yakni Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang dilaksanakan oleh Rutan Humbang Hasundutan (Humbahas) seakan hanya untuk mendapatkan pengakuan dari pimpinan serta masyarakat Rutan Humbahas telah zero halinar dan penipuan. (05/11/2026).

Faktanya, Rutan Humbahas saat ini merupakan sarang penipuan yang dilakukan oleh para napi dengan menggunakan HP.

Tidak sampai disana, para napi ini juga mendapatkan fasilitas serta dukungan dari pihak rutan dalam memuluskan kegiatan penipuan tersebut.

Sebagai bentuk dukungannya, rutan turut menyediakan blok dan kamar khusus untuk para napi lodes dan menutup mata pemakaian narkoba jenis sabu.

Dari informasi diterima oleh redaksi menyebutkan aktifitas lodes yang dijalankan oleh sejumlah napi di rutan Humbahas diketahui mulai karutan, KPR, pejabat struktural hingga petugas penjagaan.

Aktifitas lodes ini dikomandoi oleh 5 napi yakni :

1. Charles menetap di Kamar 4 Blok B

2. Kewel menetap di Kamar 3 Blok B

3. Boy menetap di Kamar 2 BLOK B

4. Toni menetap di Kamar 1 BLOK B

5. Agung menetap di Kamar 1 BLOK C

Kelima napi bos lodes ini memimpin puluhan napi lainnya yang menjalankan aksi lodes yang berlokasi di blok khusus yang disediakan oleh pihak rutan untuk menjalankan kegiatan lodes.

Untuk modusnya, mereka kerap melalakukan lelang logam mulia dan lelang kendaraan mengatasnamakan DJKN Kementerian keuangan.

“Kalau pemilik rekening bodong itu si Cici China Medan bang. Kerjasama dengan Karutan Ucok Parihot Sinabang. Sedangkan koordinator rekening itu KPRnya, Djian Fadillah,” ungkap sumber.

Ia mengatakan, blok tersebut tidak diperbolehkan semua napi dapat mengakses disebabkan penjagaan dari napi anak buah dari bos lodes tersebut.

Pertanyaannya, apa yang didapat oleh pihak rutan Humbahas dengan kegiatan napi tersebut dan memberi fasilitas kepada mereka ?

Baca Juga:  Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM Cecep Mochammad Yasin,Menyerahkan Apresiasi Minerba 2026 Kepada Direktur External Relation PT Agincourt Resources Sanny Tjan di Jakarta

Jawabnya adalah setiap pejabat mulai Kasubsi pengelolaan, Kasubsi yantah, Karutan, KPR, Komandan jaga hingga petugas penjagaan mendapatkan setoran perkamar setiap minggunya.

“Setoran ke Karutan dengar-dengar Rp50 juta per 2 Minggu. Kalau ke KPR Rp25 Juta, pejabat biasa Rp5 juta dan untuk staff sama anggota jaga sama, itu Rp5 juta per Minggu,” pungkas dia.

Seperti biasa, napi pekerja lodes yang berada di puluhan kamar diblok tersebut sebelum menjalankan aksinya mereka akan terlebih dahulu mengkonsumsi narkoba jenis sabu yang disediakan oleh napi bos narkoba.

“Bos narkoba si Zainal bang, di Kamar 2 Blok A. Anggota kerja atau anggota lapangan dia ada satu, itu si Reza,” bilangnya menambahkan.

Perlu diketahui, modus yang dijalankan oleh napi lodes ini juga mengincar para kontraktor maupun masyarakat yang bergerak dibidang kontruksi dengan modus kerjasama alat berat dengan menggandakan akun FB penjamin.

Setiap napi pekerja lodes mendapatkan pembagian 40 persen uang setelah berhasil mengelabui target dengan meminta dikirimkan uang mulai belasan juta hingga puluhan juta ke rekening yang telah disediakan.

Kemudian, napi bos lodes tersebut memberi target kepada napi pekerja lodes setiap kamarnya dalam satu Minggu wajib berhasil melodes 300 juta.

Bila ada kamar yang tidak berhasil mencapai target dipastikan kamar tersebut akan dirazia, hp akan disita dan para napi pekerja lodes akan dijebloskan ke strapsel.

Setiap keberhasilan melodes uang tersebut akan dikirimkan ke rekening anggota kerja, kemudian setelah dicairkan, uang cash akan dibawa masuk kedalam oleh petugas penjagaan diserahkan kepada ketiga napi bos lodes tersebut.

Hingga berita ini dirilis kegiatan penipuan dirutan Humbahas masih berjalan, diperkirakan pasca terbitnya berita ini pihak rutan akan lansung melakukan sterilisasi terhadap blok hunian agar tidak terlihat atau terbukti seperti pemberitaan.

Baca Juga:  Apresiasi Kinerja dan Dedikasi, Kalapas Siborongborong Anugerahkan Penghargaan Pegawai Teladan Saat Apel Pagi

Dari informasi sumber layak dipercaya menyebutkan, oknum Karutan Humbahas memerasa tidak bergeming bila kegiatan lodes yang dijalankan di rutannya terungkap, disebut-sebut adanya oknum pejabat di Ditjenpas yang membeck up oknum Karutan tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *