TUBAN, // FN24
Keengganan Kepala Sekolah SMKN 1 Tuban, Sucipto, untuk memberikan tanggapan terbuka terhadap pemberitaan dan pertanyaan masyarakat justru memicu kecurigaan yang semakin kuat. Alih-alih duduk bersama dan menjelaskan data keuangan sekolah secara transparan, yang muncul justru upaya melalui pihak ketiga yang diduga kuat berisi tawaran penarikan berita dengan imbalan uang.
📞 Tawaran Melalui Pihak Ketiga
Beberapa waktu lalu, perwakilan Tim Kontrol Sosial menerima telepon dan pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai teman dekat Sucipto. Dengan bahasa daerah, pesan tersebut berbunyi:
“Taruh dulu beritanya Mas, mohon dimaklumi, Pak Cipto orangnya punya sakit jantung. Saya bersumpah, siap berikan 500 ribu, tolong hapus beritanya sekali saja.”
Tim kami langsung memberikan jawaban tegas melalui pesan WhatsApp:
“Maaf, berita ini sudah kami kirimkan tembusan kepada Ibu Gubernur Jatim, Kofifah. Semua proses sekarang sudah mengikuti jalur resmi. Silakan Bapak sampaikan kepada Pak Sucipto, ikuti prosedur pertanggungjawaban saja, bukan dengan cara seperti ini. Terima kasih.”
⚠️ Dugaan: Ini Bukan Pertama Kali
Kejadian ini membuka kemungkinan adanya pola yang berulang. Diduga, setiap kali ada media, wali murid, atau masyarakat yang menanyakan data keuangan, menyorot dugaan pungutan liar, atau meminta transparansi — selalu ada upaya pendekatan tidak resmi dengan tawaran penarikan informasi dengan imbalan uang.
Jika benar demikian, maka ini jauh lebih serius daripada sekadar masalah administrasi sekolah. Ini adalah dugaan upaya sistematis untuk membungkam kritik dan menutup-nutupi informasi yang seharusnya terbuka bagi publik.
🚫 Diam Bukan Jawaban
Hingga saat ini, Sucipto belum sekaligus memberikan tanggapan langsung kepada Tim Kontrol Sosial. Keheningan ini menimbulkan pertanyaan mendasar:
– ❓ Mengapa enggan berbicara secara terbuka di depan publik?
– ❓ Jika semuanya benar dan sesuai aturan, mengapa ada upaya menutup berita dengan uang?
– ❓ Apakah laporan yang sudah disampaikan ke Gubernur akan memicu pemeriksaan menyeluruh?
📢 Pernyataan Resmi Tim Kontrol Sosial
Kami tegaskan sekali lagi:
❌ Kami tidak menerima uang, barang, atau bentuk keuntungan apa pun untuk menarik berita atau menutup fakta.
✅ Laporan sudah disampaikan ke Ibu Gubernur Jawa Timur. Semua proses sekarang berjalan di jalur resmi. Satu-satunya jalan: berikan penjelasan resmi, lengkap, dan transparan kepada publik. Bukan dengan tawaran seperti ini.
Publik berhak mengetahui kebenaran. Uang tidak boleh menggantikan keadilan.












