Info Sumatera Utara

Puluhan Warga Gang Anggrek Minta Wali Kota Medan Copot Camat, Lurah, dan Kepling IV,

×

Puluhan Warga Gang Anggrek Minta Wali Kota Medan Copot Camat, Lurah, dan Kepling IV,

Sebarkan artikel ini
56298 100kb 768x578 1

Medan, //FN24

Perlawanan warga terhadap penembokan jalan umum Gang Anggrek, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, makin memanas.

 

Minggu pagi, (11/10/2026), sejak pukul 08.00 WIB, ratusan warga Gang Anggrek berkumpul tepat di depan tembok beton yang sudah berdiri angkuh selama 3 minggu terakhir.

 

Aksi damai ini dipimpin Koordinator Aksi A. Sembiring dan Koordinator Lapangan Yose Arfi. Secara tertib, warga dari ibu-ibu, bapak-bapak hingga pemuda membubuhkan tanda tangannya satu per satu di atas kain putih sepanjang 5 meter.

 

Dari pengeras suara, A. Sembiring menegaskan aksi harus tetap tenang, damai, tidak anarkis dan satu komando. Ia juga meminta warga tidak terpancing provokasi dan hasutan dari orang-orang suruhan oknum penembok jalan.

 

Pantauan di lokasi, kain putih bertuliskan tegas “KAMI MENOLAK PENEMBOKAN GANG ANGGREK !!!” telah dipenuhi tanda tangan warga. Di bagian bawahnya tertulis tuntutan keras: #COPOT CAMAT MEDAN SUNGGAL #COPOT LURAH SUNGGAL #COPOT KEPLING 4.

 

“Kain putih ini kami tandatangani bersama dan akan kami serahkan kepada Wali Kota Medan Rico Waas pada aksi kedua hari Senin 12 Oktober 2026 besok. Ini bukti warga kompak menolak penembokan jalan umum. Sudah 3 minggu jalan ditembok, pemerintah diam saja,” ujar salah seorang warga.

 

Warga menegaskan, Gang Anggrek adalah jalan umum yang sudah digunakan sejak tahun 1956 dan bahkan pernah dicor melalui program PNPM Mandiri pada tahun 2014. Karena itu penembokannya dinilai tidak memiliki dasar hukum.

 

“Kami tunjukkan bahwa Gang Anggrek bukan milik mafia tanah. Ini milik masyarakat,” tegas warga.

 

Melalui aksi ini, warga mendesak Wali Kota Medan Rico Waas untuk segera mencopot Camat Medan Sunggal, Lurah Sunggal, dan Kepling 4 yang dinilai membiarkan bahkan diduga mengawal penembokan jalan umum tersebut.

 

Aksi sempat memanas saat Kepling 4 Marsudin mendatangi lokasi ketika massa hendak membubarkan diri. Warga yang kecewa karena Kepling diduga berpihak kepada penembok jalan, langsung mengejarnya dengan sumpah serapah.

 

Beruntung keributan tidak membesar. Beberapa warga yang lebih tenang meminta Kepling 4 Marsudin segera meninggalkan lokasi untuk mengantisipasi hal yang lebih buruk.

(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *