Info Aceh

Wagub Aceh Fadhlullah, S.E. Menutup Peringatan Milad ke-800 Samudra Pasai Aceh Utara

×

Wagub Aceh Fadhlullah, S.E. Menutup Peringatan Milad ke-800 Samudra Pasai Aceh Utara

Sebarkan artikel ini
whatsapp image 2026 09 14 at 010151 12

FaktaNews24.com, Aceh Utara – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, S.E. akrab disapa Dek Fad secara resmi menutup rangkaian peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 di Lapangan Landing, depan Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, Minggu malam (13/9/2026).

Penutupan tersebut sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan Milad Samudera Pasai ke-800 yang telah berlangsung selama tujuh hari tujuh malam, sejak 6 hingga 13 September 2026.

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa dalam sambutannya di hadapan masyarakat yang memadati kawasan Lapangan Landing, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan peringatan 800 tahun Samudera Pasai.

whatsapp image 2026 09 14 at 0101501

Mulai dari panitia, jajaran pemerintah daerah, berbagai unsur masyarakat, komunitas, pelaku seni dan budaya, hingga warga yang ikut hadir dan meramaikan seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam pidato bahasa aceh, Ayahwa mengingatkan bahwa Samudera Pasai bukan sekadar nama yang melekat pada catatan sejarah, tetapi merupakan bagian dari identitas dan warisan yang diterima masyarakat Aceh Utara dari para indatu.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya memperingati sejarah Samudera Pasai, tetapi juga menjaga tanah, adat, budaya, dan nilai-nilai yang diwariskan generasi terdahulu.

“Samudera pase koen teumpat yang Baroe, teumpat geutanyoe yang keubah manyet indatu, ma deungoen ku, yang brie keu geutanyoe ie deungoen bu, teumpat geutanyoe udep mulia, dan teumpat geutanyoe mate mulia, yang ta teurimoeng dari indatu nyan wajeb tapulang keu Aneuk cucoe, meunyoe han euk leubeh lom, ham jeut kureung nibak yang kana,” kata Ayahwa.

Menurut dia, warisan yang diterima dari para leluhur bukan sesuatu yang boleh berhenti pada satu generasi. Warisan tersebut harus dijaga dan diteruskan kepada anak cucu, sehingga nilai sejarah Samudera Pasai tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.

Pesan itu kemudian ia kaitkan dengan pentingnya menjaga “bumoe Samudera Pase” sebagai ruang hidup sekaligus bagian dari identitas sejarah masyarakat Aceh Utara.

Ayahwa juga kembali menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh unsur yang telah bergotong royong menyukseskan peringatan Milad Samudera Pasai ke-800.

“Teurimoeng geunaseh keu masyarakat, keu mandum pihak, yang ka grak sama sama semoga Allah SWT, beu geuridza, beu geu ikhtiyeu geutanyoe, beu geujaga bumoe Samudera Pase, neubri keberkahan keu mandum rakyat, beserta beu geu bimbingan langkah geutanyoe menuju Aceh Utara bangkit, Aceh Utara yang leubeh maju, bermartabat, seujahtra dan ade, ta jaga adat tapeukoeng syariat,” ujarnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 tidak berhenti setelah acara ditutup.

Menurutnya, peringatan sejarah harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangun kesadaran bahwa Aceh Utara memiliki akar sejarah yang panjang dan kuat.

Semangat tersebut, kata dia, harus berjalan seiring dengan upaya menjaga adat dan memperkuat syariat.

Di penghujung pidatonya, Ayahwa mengajak masyarakat meneruskan semangat pembangunan Aceh Utara dengan seruan yang selama ini menjadi semangat pemerintah daerah.

Bupati kemudian menutup Pidatonya dengan sebuah pantun Aceh yang disambut antusias masyarakat.

“Bungoeng jumpa keumang meutabu, bungoeng meulu bungoeng meu banja, Aceh Utara bangkit wajeb ta tuju, barat ngoen timu beu sapu haba.”

Setelah tujuh hari tujuh malam berlangsung, rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800 resmi berakhir. Peringatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan atas usia sejarah Samudera Pasai, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali tradisi, seni, budaya, sejarah, serta semangat kebersamaan masyarakat Aceh Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *