Deli Serdang, // FN24
Temuan di lapangan memprihatinkan. Pekerjaan pemeliharaan jalan dengan metode UU Beskos di Jalan Perwira, Desa Sidodadi – Ramunia, Kecamatan Beringin diduga dikerjakan tidak sesuai standar teknis.
Berdasarkan pantauan dan dokumentasi media di lokasi, Rabu (12/8/2026), timbunan material beskos justru terlihat lebih tinggi dari permukaan aspal jalan.
Bukti Foto: Beskos Menggunung, Lubang Masih Berair

Dalam foto yang diambil tim media terlihat jelas tumpukan material batu split dan pasir / beskos berada di atas badan jalan yang rusak. Timbunan itu bahkan menggunung dan diduga melebihi elevasi aspal lama.
Lebih ironis lagi, di depan timbunan beskos tersebut masih terdapat lubang besar berisi genangan air. Hal ini bertentangan dengan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Seksi 6.3 yang mewajibkan lubang harus dikeringkan dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum diurug.
“Kalau beskosnya sudah setinggi ini, terus aspalnya mau setebal apa? Ini namanya bukan pecing, tapi nimbun jalan. Kami takut nanti cepat amblas lagi,” kata warga yang enggan disebut namanya.
Jalan tersebut juga terlihat sudah banyak retak, berlubang, dan bergelombang. Hanya dipasang garis pembatas kuning seadanya tanpa rambu proyek resmi.
Warga: Berapa Sebenarnya Ketebalan Aspal?
Munculnya timbunan beskos yang lebih tinggi dari aspal memunculkan pertanyaan publik terkait volume dan ketebalan yang tertera di kontrak.
“Kami minta Pak Kadis SDA BMBK Deli Serdang segera turun cek ke lokasi. Tolong diukur dan dibuka RAB nya. Berapa ketebalan aspal, berapa ketebalan beskos. Ini uang APBD, jangan asal jadi,” tegas warga lainnya.
Warga juga mendesak agar pekerjaan dihentikan sementara sampai ada kejelasan dan pengawasan dari dinas terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas SDA BMBK Deli Serdang dan kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi. Media masih berupaya melakukan konfirmasi. (tim)











