Faktanews24.com – Pacitan, Dinamika politik Kabupaten Pacitan kembali menjadi perhatian publik setelah Effendi Budi Wirawan, yang lebih dikenal dengan sapaan Budi Sarang Teknik (Sartek), resmi bergabung dengan Partai Gerindra. Keputusan politik tersebut tidak hanya menjadi perbincangan di kalangan kader partai, tetapi juga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat mengenai arah perjalanan politiknya menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pacitan 2029.
Di berbagai forum diskusi, grup percakapan media sosial, hingga obrolan masyarakat, nama Budi Sartek mulai disebut sebagai salah satu figur yang berpotensi meramaikan bursa calon Bupati Pacitan. Meski belum ada deklarasi resmi, perpindahan politik mantan Ketua DPD Partai Golkar Pacitan itu dinilai menjadi salah satu peristiwa yang dapat memengaruhi dinamika politik daerah dalam beberapa tahun mendatang.

Budi Sartek bukanlah sosok baru dalam panggung politik Pacitan. Selama kurang lebih 17 tahun memimpin DPD Partai Golkar Pacitan, ia dikenal memiliki pengalaman organisasi yang panjang, jaringan politik yang luas, serta kedekatan dengan berbagai lapisan masyarakat. Di luar aktivitas politik, ia juga dikenal sebagai pengusaha yang sukses di Pacitan.
Bergabungnya Budi Sartek dengan Gerindra dipandang sebagian kalangan sebagai langkah strategis. Di tingkat nasional, Gerindra saat ini merupakan salah satu partai besar yang memiliki posisi penting dalam pemerintahan. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi modal politik bagi partai untuk memperluas pengaruhnya hingga ke tingkat daerah, termasuk di Kabupaten Pacitan.

Dalam berbagai pembahasan publik, nama Budi Sartek mulai disejajarkan dengan sejumlah tokoh yang diperkirakan memiliki peluang pada Pilkada 2029. Di antaranya adalah Gagarin yang saat ini menjabat Wakil Bupati Pacitan, serta Arif Setia Budi yang kini menjabat Ketua DPRD Pacitan. Namun demikian, hingga saat ini belum ada keputusan ataupun rekomendasi resmi dari partai politik mana pun mengenai calon yang akan diusung pada kontestasi tersebut.
Pengamat politik lokal menilai bahwa perjalanan menuju Pilkada 2029 masih sangat panjang. Berbagai kemungkinan masih dapat terjadi, mulai dari pembentukan koalisi baru, munculnya figur alternatif, hingga perubahan strategi masing-masing partai politik.
Bergabungnya seorang tokoh ke dalam partai tertentu juga tidak serta-merta mengubah peta politik secara instan. Konstelasi politik daerah dibentuk melalui proses yang panjang, melibatkan konsolidasi organisasi, kaderisasi, rekam jejak kepemimpinan, kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat, hingga tingkat kepercayaan publik yang terus dipelihara.

Di sisi lain, tantangan yang dihadapi Gerindra di Pacitan tidak dapat dipandang sebelah mata. Selama beberapa periode terakhir, Kabupaten Pacitan dikenal sebagai salah satu basis kuat Partai Demokrat. Faktor historis tersebut tidak terlepas dari kedekatan emosional masyarakat dengan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, yang merupakan putra daerah Pacitan.
Ikatan historis itu masih menjadi salah satu modal sosial dan politik yang membuat Partai Demokrat memiliki pengaruh kuat di daerah berjuluk Kota 1.001 Goa tersebut. Oleh karena itu, setiap partai yang ingin memperbesar kekuatan politiknya di Pacitan tentu memerlukan strategi yang matang, kerja politik yang berkelanjutan, serta figur yang mampu membangun kepercayaan masyarakat.
Dalam konteks itulah, bergabungnya Budi Sartek dipandang sebagian kalangan sebagai upaya Gerindra memperkuat konsolidasi politik di Pacitan. Pengalaman panjangnya memimpin Golkar selama hampir dua dekade dinilai menjadi modal penting untuk memperluas jaringan serta memperkuat komunikasi politik di tingkat akar rumput.

Meski demikian, apakah langkah tersebut akan menjadi awal bergesernya dominasi politik di Pacitan masih menjadi pertanyaan yang belum dapat dijawab saat ini. Pada akhirnya, arah politik daerah akan ditentukan oleh dinamika internal partai, kualitas para kandidat yang akan diusung, serta pilihan masyarakat ketika pesta demokrasi berlangsung.
Untuk saat ini, pembicaraan mengenai kemungkinan Budi Sartek maju pada Pilkada 2029 masih sebatas prediksi dan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. Belum ada pernyataan resmi dari Budi Sartek maupun DPC Partai Gerindra Kabupaten Pacitan yang menyatakan bahwa dirinya akan maju sebagai calon Bupati Pacitan.
Yang pasti, bergabungnya mantan Ketua DPD Partai Golkar Pacitan tersebut telah menjadi salah satu momentum penting dalam dinamika politik daerah. Apakah langkah itu akan menjadi awal lahirnya konfigurasi politik baru atau sekadar menjadi bagian dari perjalanan demokrasi di Pacitan, hanya waktu dan keputusan rakyat yang akan memberikan jawabannya.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno












