Berita Nasional

Kesenian Jaran Kepang BUDI UTOMO Semarakkan Perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Randugunting Semarang

×

Kesenian Jaran Kepang BUDI UTOMO Semarakkan Perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Randugunting Semarang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260616 WA0102

Faktanews24.com – Semarang, Suasana semarak menyelimuti Desa Randugunting, Kelurahan Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, saat masyarakat menggelar perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, pada Selasa, 16 Juni 2026.

Salah satu agenda yang menjadi pusat perhatian warga adalah penampilan Kesenian Tradisional Jaran Kepang BUDI UTOMO, kelompok seni yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat selama puluhan tahun.

Kesenian Jaran Kepang BUDI UTOMO merupakan salah satu kesenian tradisional yang masih bertahan dan terus dilestarikan di tengah derasnya arus modernisasi. Kelompok seni ini berdiri sejak tahun 1948 dan hingga kini tetap eksis sebagai warisan budaya yang membanggakan masyarakat Desa Randugunting.

Dalam pengelolaannya, kesenian ini mendapat dukungan dari Kepala Desa Randugunting, Nuryanto, sementara kepengurusan kelompok dipimpin oleh Gigih Prasetyawan selaku ketua. Keberadaan kelompok seni ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat setempat, tetapi juga sering menerima undangan tampil di berbagai daerah untuk memeriahkan acara hajatan, syukuran, maupun peringatan hari besar keagamaan.

IMG 20260616 WA0101

Setiap perayaan Tahun Baru Islam, penampilan Jaran Kepang BUDI UTOMO selalu menjadi agenda yang dinantikan warga. Ribuan penonton memadati lokasi pertunjukan sejak siang hingga petang untuk menyaksikan berbagai atraksi yang disajikan para pemain.

Seiring perkembangan zaman, kelompok seni ini terus melakukan berbagai inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya. Berbagai kreasi tarian dan aransemen musik dikembangkan agar tetap diminati generasi muda.

Saat ini, Jaran Kepang BUDI UTOMO bahkan telah berkolaborasi dengan berbagai bentuk hiburan modern, termasuk penampilan solo organ dan biduan lokal yang turut memeriahkan acara. Kehadiran unsur hiburan modern tersebut mampu menarik lebih banyak penonton dari berbagai kalangan.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi sepanjang pertunjukan berlangsung. Selain menikmati sajian kesenian tradisional, para penonton juga diberi kesempatan untuk meminta lagu-lagu populer yang sedang digemari saat ini.

Tidak hanya menarik perhatian masyarakat umum, acara tersebut juga menjadi magnet bagi sejumlah kreator konten digital. Berbagai media sosial dan kanal YouTube turut meliput jalannya pertunjukan.

IMG 20260616 WA0100

Beberapa kreator yang hadir di antaranya Agusseto dari TikTok, Denny Television, Alisnya Warok Ireng, History Budaya, Tape Official, Edynyemuk, serta sejumlah YouTuber lainnya yang turut mengabadikan kemeriahan acara di Desa Randugunting.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki daya tarik kuat di era digital. Kehadiran para kreator konten turut membantu memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas melalui platform media sosial.

Menariknya, penonton yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan orang dewasa. Anak-anak, remaja, hingga lanjut usia tampak memenuhi area pertunjukan. Mereka terlihat menikmati setiap sajian yang ditampilkan para pemain Jaran Kepang BUDI UTOMO.

Salah seorang penonton, Ayu, warga Perumahan Randusari, mengaku selalu menyempatkan diri hadir setiap tahun untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

“Penampilannya bagus, seru, dan sangat menghibur. Saya selalu datang setiap tahun meskipun jaraknya cukup jauh dari rumah,” ujarnya.

Menurut Ayu, kesenian Jaran Kepang BUDI UTOMO memiliki daya tarik tersendiri yang sulit ditemukan pada hiburan lainnya. Bahkan pada kesempatan kali ini ia juga mengajak kedua anaknya untuk mengenal dan mencintai budaya tradisional.

Hal senada disampaikan David, bocah berusia 12 tahun asal Desa Kebonan. Ia mengaku sangat senang dapat menyaksikan pertunjukan tersebut secara langsung.

“Sangat seru dan menghibur,” kata David dengan penuh semangat.

Salah satu bagian yang paling ditunggu-tunggu oleh penonton dalam pertunjukan Jaran Kepang adalah atraksi trance atau kesurupan yang menjadi ciri khas kesenian ini. Ketika para pemain memasuki fase tersebut, suasana pertunjukan semakin menegangkan sekaligus menarik perhatian ribuan pasang mata yang menyaksikan.

Atraksi tersebut menjadi puncak pertunjukan yang selalu berhasil menghadirkan decak kagum penonton. Meski demikian, seluruh rangkaian acara tetap berlangsung dengan pengawasan para pawang dan tokoh seni yang berpengalaman.

Pertunjukan Kesenian Tradisional Jaran Kepang BUDI UTOMO dimulai sejak pukul 11.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB. Selama tujuh jam penuh, masyarakat disuguhi hiburan rakyat yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.

Kemeriahan perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Randugunting menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi dan hiburan modern, Jaran Kepang BUDI UTOMO tetap mampu bertahan, berkembang, dan menjadi kebanggaan warga Kabupaten Semarang.

Melalui pelestarian budaya seperti ini, generasi muda diharapkan semakin mengenal dan mencintai warisan leluhur sehingga kesenian tradisional Indonesia dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *