Indramayu

Ramai di Data, Sepi di Kelas? Kondisi SMK Seni Indramayu Mengundang Pertanyaan, Kepala Sekolah Diduga Enggan Memberi Klarifikasi

×

Ramai di Data, Sepi di Kelas? Kondisi SMK Seni Indramayu Mengundang Pertanyaan, Kepala Sekolah Diduga Enggan Memberi Klarifikasi

Sebarkan artikel ini
file 00000000e340720ba0b8353c7c3fb5db

Faktanews24.com – Indramayu – Aktivitas belajar mengajar yang seharusnya berlangsung dinamis pada jam efektif sekolah justru tampak jauh dari harapan di SMK Seni Indramayu yang berada di bawah naungan Yayasan Sabda Guru, Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.

Saat awak media melakukan kunjungan langsung pada Jumat (29/05/2026) sekitar pukul 09.41 WIB, suasana sekolah terlihat lengang. Hanya beberapa siswa yang tampak berada di lingkungan sekolah maupun di dalam ruang kelas. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai tingkat kehadiran peserta didik pada jam kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Kedatangan awak media saat itu bertujuan untuk melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala SMK Seni Indramayu, Ratna Mutashimah Millah, S.E., Gr. Namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. Awak media kemudian diterima oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wahono Agus Purnomo.

Dalam keterangannya, Agus menjelaskan bahwa jumlah siswa SMK Seni Indramayu tercatat sebanyak 102 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 siswa kelas XII telah dinyatakan lulus pada tahun ajaran ini.

“Jumlah siswa keseluruhan 102 orang, sedangkan 31 siswa kelas XII sudah lulus tahun ini,” jelas Agus.

Jika mengacu pada data tersebut, maka masih terdapat sekitar 71 siswa aktif yang berasal dari kelas X dan XI. Namun fakta yang ditemukan di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Saat awak media meninjau sejumlah ruang kelas, hanya terlihat beberapa siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran. Bahkan di area sekolah pun aktivitas peserta didik terlihat sangat minim.

Perbedaan antara jumlah siswa yang tercatat dengan kondisi nyata di lapangan kemudian memunculkan pertanyaan mengenai tingkat kehadiran siswa dan efektivitas proses pembelajaran yang berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, Agus mengakui bahwa tingkat kehadiran siswa memang menjadi tantangan yang dihadapi pihak sekolah.

“Banyak siswa yang tidak masuk sekolah. Kami sudah berusaha melakukan pendekatan kepada orang tua murid yang jarang masuk agar anaknya aktif kembali bersekolah. Saat kami konfirmasi langsung kepada orang tuanya, ada yang menyampaikan bahwa anaknya sedang membantu orang tua memotong padi atau derep,” ungkapnya.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih objektif, awak media juga melakukan konfirmasi langsung kepada sejumlah siswa yang berada di ruang kelas.

Seorang siswa kelas X menyebutkan bahwa jumlah siswa di tingkatnya mencapai 28 orang apabila seluruh siswa hadir.

“Kelas X ada 28 siswa kalau masuk semua,” ujarnya.

Sementara itu, seorang siswa kelas XI menyampaikan bahwa jumlah siswa di kelasnya mencapai 16 orang saat seluruh siswa hadir.

“Kalau masuk semua ada 16 siswa,” katanya.

Kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa tingkat kehadiran siswa di sekolah tersebut perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan, baik pihak sekolah, yayasan, maupun instansi pendidikan terkait.

Usai melakukan konfirmasi dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, awak media juga berupaya menemui operator sekolah, Japyani, S.Kom. Namun yang bersangkutan tidak berada di ruang guru. Untuk memastikan hak jawab dan asas keberimbangan tetap terpenuhi, awak media kemudian menitipkan nomor kontak kepada pihak sekolah agar dapat dijadwalkan pertemuan dengan kepala sekolah maupun operator sekolah guna memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait kondisi yang ditemukan di lapangan.

Menurut keterangan yang diterima saat itu, Kepala SMK Seni Indramayu berjanji akan menjadwalkan pertemuan setelah pelaksanaan ujian siswa selesai.

Namun hingga waktu yang dijanjikan berlalu, agenda pertemuan tersebut tidak kunjung terlaksana.

Sebagai bentuk upaya konfirmasi lanjutan, pada 9 Juni 2026 awak media kembali menghubungi Kepala SMK Seni Indramayu melalui aplikasi WhatsApp. Akan tetapi hingga berita ini disusun, pesan yang dikirim tidak mendapatkan tanggapan maupun klarifikasi.IMG 20260613 WA0024

Bahkan berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan, terdapat indikasi nomor kontak awak media telah diblokir oleh yang bersangkutan. Dugaan tersebut muncul setelah pesan yang dikirim menggunakan nomor awak media tidak menunjukkan respons, sementara ketika dilakukan pengiriman pesan melalui nomor lain, pesan dapat terkirim sebagaimana mestinya.

Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya tersendiri, mengingat pihak sekolah sebelumnya telah menyampaikan kesediaan untuk menjadwalkan pertemuan setelah ujian selesai. Di sisi lain, awak media hanya berupaya menjalankan fungsi jurnalistik dengan meminta klarifikasi dan penjelasan resmi terkait kondisi sekolah yang menjadi perhatian publik.

Seorang pengamat pendidikan yang dimintai tanggapan menilai bahwa rendahnya tingkat kehadiran siswa tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena menyangkut hak dasar peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan.

“Jika benar mayoritas siswa tidak hadir pada jam efektif pembelajaran, maka kondisi ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Sekolah, yayasan, orang tua, hingga dinas pendidikan perlu duduk bersama mencari akar persoalan. Pendidikan bukan sekadar soal angka siswa yang tercatat dalam administrasi, melainkan sejauh mana mereka benar-benar hadir dan memperoleh layanan pendidikan yang layak,” tegasnya.

Ia juga menilai fenomena siswa yang lebih memilih bekerja membantu orang tua dibanding mengikuti pembelajaran dapat menjadi indikator adanya persoalan sosial dan ekonomi yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Jangan sampai sekolah hanya ramai dalam data, tetapi sepi dalam kenyataan. Negara memiliki kewajiban memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikannya secara utuh,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMK Seni Indramayu maupun operator sekolah belum memberikan keterangan resmi atau hak jawab kepada awak media terkait temuan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *