Info Surabaya

Perdana Kegiatan Sedekah Bumi dikemas Doa Bersama & Selamatan Kampung

×

Perdana Kegiatan Sedekah Bumi dikemas Doa Bersama & Selamatan Kampung

Sebarkan artikel ini
IMG 20260608 WA0002UgevPVF

Antusias Warga Mirah Delima,Dalam Perdana Kegiatan Sedekah Bumi dikemas Doa Bersama & Selamatan Kampung

Faktanews24.com – Gresik .Sedekah Bumi merupakan upacara adat tradisional yang melambangkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki, hasil panen, dan keselamatan yang diberikan melalui Bumi.

Tradisi turun-temurun ini utamanya dilestarikan oleh masyarakat agraris dan nelayan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di pulau Jawa.
Rangkaian dari kegiatan ada berbagai macam terutama adalah kenduri dan doa bersama.

Bahkan tidak sekadar perayaan, tradisi ini adalah wujud keselarasan hidup antara manusia dan alam, sekaligus media untuk mempererat gotong royong dan kebersamaan antarwarga.

Gelaran sedekah bumi dalam kemasan Doa bersama dan Selamatan Kampung dilaksanakan tepatnya hari Sabtu malam (6/6/2026) diRW 06 Mirah Delima,Desa Gadung,Kecamatan Driyorejo,Kabupaten gresik.bertempat di Pendopo Balai RW 06 Mirah delima yang dihadiri ratusan warga dan para Tokoh masyarakat serta Kepala Desa Gadung.

Prosesi penuh khidmad tersebut juga diisi dengan siraman rohani oleh Ustadz Imam Suheri S.Ag. dari Bambe Kabupaten Gresik,diiringi grub rebana Ibu ibu PKK RT 25 RW 06 Mirah Delima.

Kegiatan sedekah Bumi merupakan kegiatan perdana yang rencana akan dilaksanakan tiap tahun sekali pada bulan Muharam atau bulan suro.

“Tak terduga,intinya panjenengan semua para sesepuh Pini sepuh bapak bapak, ibu ibu,adik adik berantusias untuk menghadiri acara selamatan kampung,jadi acara meniko ide dari bapak bapak sekalian termasuk dari tokoh tokoh kita sesepuh Pini sepuh untuk mengungkapkan rasa puja dan puji syukur,selama ini yang ada mungkin didesa namanya sedekah bumi tapi tidak ada salahnya kita ini diperumahan juga didesa untuk melaksanakan kegiatan tasyakuran atau selamatan kampung”cuplikan sambutan Ketua RW 06 Mirah Delima Subeki.

Lanjutnya “acara tersebut bertujuan ingin mempererat tali silaturahmi,kebersamaan kita yang mana kita ini berdomisili di RW 06 Mirah delima tidak satu tahun dua tahun,mulai dari anak anak kita kecil sampai dewasa bahkan sampai menikah,harapan besar kita,kampung ini menjadi kampung yang guyup,kampung yang rukun,seduluran selawase”.

“Jadi kenapa kita buat selamatan kampung bukan sedekah bumi karena diwilayah kita ini dari berbagai macam penghuni,mungkin dari Sabang sampai Merauke,kalau kita buat sedekah bumi seolah olah diJawa saja,kita ambil bahasa nasionalnya,kita tawarkan kepada bapak bapak dengan nama selamatan kampung,harapan besar saya bersama pengurus bersama sesepuh yang punya ide,ini tiap tahun kita laksanakan”akhir sambutannya.

Ketua panitia pelaksana juga sebagai Sie rohani dijajaran pengurusan RW, Didik Purwanto dalam cuplikan sambutannya
“Kegiatan ini Sebagai bahan evaluasi,rencana kegiatan ini akan kami teruskan kepada siapapun yang nantinya jadi sie rohani RW ini akan diteruskan sebagai agenda tahunan,namun bulannya nanti Muharram,tujuannya apa kita bersyukur mulai bertempat atau hidup di Mirah Delima ini diberikan dijauhkan dari balaq,bencana,penyakit, keluarga kita dijaga oleh Allah diberikan kecukupan,syukur kita yang paling mudah membaca Alhamdulillah aplikasinya kita guyub bagian dari syukur”ungkapnya.

Rangkaian acara selamatan kampung juga diisi istighosah dipimpin oleh ketua sie rohani RW.

Kepala Desa Gadung,kecamatan Driyorejo Soewarno,S.pd.l. dalam cuplikan sambutannya menyampaikan “untuk kali pertama warga RW 06 Mirah delima,yang dikomandani oleh pengurus RW 06,yang sudah beberapa bulan yang lalu menyampaikan kepada saya,kepingin dua dusun di sampean itu dusun gadung sedekah bumi dusun randu pukah sedekah bumi,untuk warga Mirah delima insyaallah nanti dikemas bukan sedekah bumi tapi tasyakuran”.Lanjutnya

“Akhirnya malam hari ini,ternyata sangat sangat antusias,kegiatan perdana tetapi sangat meyakinkan” tegasnya.
“Tanggal 1 Juni kemarin lahirnya Pancasila,ada pita yang dicengkeram oleh burung Garuda bunyinya nopo”dijawab serentak oleh hadirin bhineka tunggal Ika.

” Walau pun berbeda beda tetap satu juga,ini ditunjukan dimalam hari ini dan juga kami waktu awal setelah dilantik ingin ada kesatuan, kepingin jalan poros desa yang masih beletok ( berlumpur) kepingin bisa bangun itu bagaimana,gayung bersambut ada bantuan dari dewan pusat alhamdullilah,akhirnya wonten jalan poros bisa dimanfaatkan”ungkapnya.

( Koesbintarjo, Yudha melaporkan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *