Kisah Abu Chiek Tanoh Abee: Karamah Ulama Pejuang Aceh
Faktanews24.com-Aceh Besar-Menurut kisah yang diwariskan secara turun-temurun oleh para guru dan ulama dayah, Abu Chiek Tanoh Abee merupakan salah satu ulama besar Aceh yang dikenal mendalam dalam ilmu tasawuf serta memiliki banyak karamah. Beliau diperkirakan hidup pada tahun 1810–1894.
Diceritakan pada masa perang melawan penjajahan Belanda, terjadi sebuah peristiwa yang luar biasa. Saat pasukan Belanda menembakkan bom meriam ke arah pejuang Aceh, Abu Chiek Tanoh Abee dengan izin Allah melompat dan menangkap bom meriam tersebut dengan tangan kosong.
Pasukan Belanda terpaku dan tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan. Belum pernah dalam sejarah peperangan mereka melihat seseorang mampu menangkap bom meriam yang sedang meluncur.
Kemudian Abu Chiek Tanoh Abee memeluk bom itu dan memanggil para serdadu Belanda dengan penuh kasih sayang:
“Kemari, wahai anak-anakku. Jangan takut. Bom ini sudah Allah kendalikan.”
Para serdadu yang ketakutan dan gemetar perlahan mendekat. Dengan senyum yang menenangkan, Abu Chiek Tanoh Abee berkata:
“Ambillah bom meriam ini dan sampaikan kepada ratu kalian. Mustahil kalian dapat menaklukkan Aceh selama Allah masih menjaga negeri ini.”
Konon, para serdadu itu merasa takjub dan memohon maaf atas tindakan mereka. Kisah ini hingga kini terus diceritakan dari generasi ke generasi sebagai salah satu bukti kecintaan Allah kepada para ulama-Nya serta semangat perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan agama dan tanah air.
Bukti nyata masih tersimpan di Mesium Belanda Bom yang Abu Chiek Tanoh Abee tangkap dulu.
Wallahu a’lam bish-shawab. Kisah ini merupakan riwayat yang hidup dalam tradisi lisan masyarakat dan diwariskan oleh para guru serta ulama dari masa ke masa.[M.Amin]
![]()











