Berita Nasional

Gas LPG 3 Kg Sulit Ditemukan di Pacitan, Pemda Akui Lonjakan Permintaan Picu Kelangkaan

×

Gas LPG 3 Kg Sulit Ditemukan di Pacitan, Pemda Akui Lonjakan Permintaan Picu Kelangkaan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260318 WA00681

Faktanews24.com – Pacitan, Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Pacitan menjelang Hari Raya Idulfitri kian dikeluhkan masyarakat. Di tengah klaim pemerintah bahwa pasokan dalam kondisi aman, fakta di lapangan menunjukkan warga harus “wira-wiri” mencari gas hingga ke berbagai wilayah tanpa hasil.

Salah satu warga, Dewi, mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kg dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, jika pun tersedia, masyarakat tidak selalu bisa membelinya.

“Sangat sulit banget. Di lapangan memang nggak ada gas. Kalaupun ada, mau beli nggak boleh dengan alasan sudah ada yang pesan,” ungkap Dewi, warga Pacitan saat memberikan keterangannya kepada wartawan pada Selasa, 17 Maret 2026.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Pacitan lebih serius memperhatikan kondisi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada LPG subsidi.

“Harapannya pemerintah memperhatikan kondisi rakyat yang harus keliling cari gas ke mana-mana tapi nggak ada. Semoga cepat diselesaikan,” tambahnya.

Menanggapi polemik tersebut, Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama sejumlah pihak terkait menggelar rapat koordinasi yang melibatkan Pertamina, Hiswana Migas, Polres Pacitan, agen LPG, serta insan media.

Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pacitan, Acep Suherman, menegaskan bahwa forum ini bertujuan mencari solusi bersama atas persoalan yang berkembang di masyarakat.

“Melalui forum ini, kami ingin menyatukan persepsi dan merumuskan langkah strategis terbaik. Semua pihak kami libatkan agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif dan bisa diterima semua pihak,” jelas Acep kepada wartawan Rabu, 18 Maret 2026.

Ia juga menyoroti cepatnya penyebaran informasi di era media sosial yang dapat memperbesar keresahan publik jika tidak diimbangi klarifikasi yang tepat.

Perwakilan Pertamina wilayah Madiun, Gatot Soebroto, menegaskan bahwa secara prinsip tidak ada kekurangan pasokan LPG 3 kg di Pacitan.

“Pasokan LPG 3 kg dalam kondisi aman dan terus disalurkan setiap hari. Bahkan, kami sudah menambah alokasi sebesar 38.080 tabung atau sekitar 25 persen dari penyaluran harian,” ujarnya.

Penambahan distribusi tersebut dilakukan pada beberapa tanggal di bulan Maret untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan menjelang Lebaran.

Namun, Gatot menekankan bahwa LPG 3 kg merupakan barang subsidi yang penggunaannya telah diatur secara ketat.

“Hanya empat kategori yang berhak menggunakan LPG 3 kg, yaitu rumah tangga, usaha mikro, petani, dan nelayan sasaran. Selain itu tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar membeli di pangkalan resmi dengan harga sesuai HET Rp18.000, serta melaporkan jika menemukan pelanggaran.

IMG 20260318 WA00831

Ketua Hiswana Migas DPC Madiun, Agus Wiyono, mengungkapkan bahwa distribusi LPG 3 kg di Pacitan sebenarnya cukup besar.

“Ada 11 agen dengan sekitar 740 pangkalan resmi. Penyaluran harian mencapai kurang lebih 15.000 tabung,” jelasnya.

Namun, ia mengakui adanya potensi penyimpangan di lapangan, seperti praktik titip beli dan penjualan ke pengecer yang memicu kelangkaan semu.

“Pangkalan tidak boleh melayani titip beli atau menjual ke pengecer. Ini bisa menyebabkan distribusi tidak tepat sasaran dan harga jadi tidak terkendali,” tegas Agus.

IMG 20260318 WA0084

Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar melalui jajarannya turut memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Dalam keterangannya, pihak kepolisian menilai bahwa lonjakan pembelian masyarakat menjadi salah satu penyebab utama.

“Memang terjadi peningkatan pembelian atau panic buying di masyarakat,” ungkap Kapolres Ayub.

Kapolres juga mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk pembatasan penjualan.

“Pemda harus berani mengambil langkah pembatasan penjualan agar distribusi bisa lebih merata,” tegasnya.

Selain itu, Polres Pacitan bersama Pemda akan melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha seperti hotel dan kafe agar tidak menggunakan LPG 3 kg.

“Untuk jangka pendek, kami dorong sosialisasi ke hotel dan kafe. Ke depan perlu ada regulasi atau perda pembatasan,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah langkah strategis mulai dirumuskan, di antaranya yaitu Pangkalan diminta memprioritaskan penjualan kepada warga sekitar, Pembatasan pembelian LPG 3 kg, khususnya untuk pelaku UMKM, Larangan penjualan ke pengecer sebelum kebutuhan warga terpenuhi, Pengawasan ketat oleh agen dan pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho, disebut telah merespons cepat dengan mendorong dinas terkait segera mengambil langkah konkret di lapangan.

Meski secara data pasokan LPG 3 kg di Pacitan dinyatakan aman dan bahkan ditambah, kenyataan di lapangan menunjukkan masyarakat masih kesulitan mendapatkannya.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa persoalan utama bukan pada ketersediaan, melainkan distribusi yang belum tepat sasaran, ditambah lonjakan permintaan dan potensi panic buying.

Dengan adanya tambahan puluhan ribu tabung serta langkah pembatasan yang mulai disiapkan, masyarakat berharap krisis LPG 3 kg ini segera teratasi dan tidak berlarut-larut hingga Lebaran.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *