MOJOKERTO.https,//FaktaNews24com. Presiden Ke-4 Republik Indonesia (RI) almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan salah satu tokoh pemimpin yang paling ikhlas di Indonesia, yang kebetulan pula pernah menyebut bahwa Prabowo Subianto Djojohadikusumo / PSD (kini menjadi Presiden Ke-8 RI untuk periode 2024 – 2029, red.) sebagai pemimpin yang paling ikhlas di Indonesia. Salah satu kesamaan mereka adalah pemahaman tentang pluralisme, bahkan untuk Gus Dur dikenal juga sebagai Bapak Pluralisme Indonesia. Pluralisme, toleransi, solidaritas dan kebersamaan.
Masih dalam nuansa bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan lainnya, pun terasa perayaan Hari Natal 25 Desember 2025 serta Perayaan Tahun Baru (menjelang 1 Januari 2026) dimana-mana untuk tahun 2025 ini tanpa hingar – bingar yang berlebihan, tanpa hiruk – pikuk berlebihan, diantaranya karena pemahaman pluralisme, toleransi, solidaritas dan kebersamaan.
Berbagai Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia pun telah menyatakan tidak akan ada pesta kembang api.
Di berbagai penjuru, kalangan berbagai umat beragama juga dari Hindu, Budha, dan lainnya termasuk terlebih kalangan kristiani dalam nuansa Natal, terus-menerus justru menggali donasi, melakukan kegiatan kemanusiaan untuk membantu para korban bencana banjir tersebut yang efeknya menimpa ratusan ribu jiwa.
Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BTN, untuk menyalurkan bantuan serta memiliki posko bantuan di berbagai titik di Sumatera Utara, menjangkau hingga ke desa-desa; lalu, Wahana Visi Indonesia (WVI), organisasi kemanusiaan Kristen, telah mengirimkan tim relawan ke daerah-daerah terisolasi di Sumatera Utara untuk mendistribusikan bantuan bagi warga yang terdampak.
Kemudian juga ada Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang bersama jaringan lembaga kemanusiaan lainnya terus menyalurkan bantuan dan layanan psikososial bagi korban banjir dan longsor di Sumatera; lalu, Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia yang diantaranya menggalang dana melalui platform seperti Kembang Kasih untuk membantu sekolah-sekolah Kristen yang terdampak bencana banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Donasi disalurkan 100% kepada sekolah yang membutuhkan.
Ada pula, Caritas Indonesia (Karitas Indonesia), organisasi Katolik yang membuka pos layanan, dapur umum, dan layanan kesehatan di beberapa keuskupan di Sumatera (Sibolga, Padang, Medan) untuk membantu para penyintas; lalu, Yayasan Hati Emas, yang juga memberikan bantuan makanan kepada para pengungsi banjir di gereja-gereja lokal, seperti GKPS di Medan.
Begitu pula Ormas Nahdlatul Ulama (NU) – Banser GP Ansor dkk, Ormas Muhammadiyah (MU) – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dkk, serta ormas-ormas lain telah menyalurkan bantuan masing-masing milyaran rupiah, bahkan puluhan milyar rupiah. Itu belum termasuk pengerahan puluhan ribu relawan yang diterjunkan beserta dana operasionalnya. Bahu-membahu dengan pemerintah.
Ada juga, Yayasan Budha Tzu Chi yang didirikan Siti Hartati Murdaya Poo yang kini dengan Ketua Liu Su Mei yang akan membangunkan rumah hunian sebanyak dua ribu limaratus (2.500) unit secara bertahap yang tersebar di tiga provinsi: DI Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Ada gereja yang tidak terlalu terdampak banjir, pun dimanfaatkan secara terbuka untuk para pengungsi.
Pluralisme, toleransi, solidaritas, dan kebersamaan yang serasa menggugah kembali dengan kuat tentang kesadaran berbangsa dan bernegara, dalam nuansa Natal dan menuju Tahun Baru 2026.
“Dalam nuansa yang masih sangat terasa efek bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan lainnya, pluralisme, toleransi, solidaritas, dan kebersamaan serasa menggugah kembali dengan kuat tentang kesadaran berbangsa dan bernegara, dalam nuansa Natal dan menuju Tahun Baru 2026,” ungkap Nugraha Budhi Sulistya, seraya mengungkapkan komitmen seperti yang dipegang pemerintah pusat hingga daerah.
Dikatakannya, dengan harapan agar tahun baru dapat membawa kedamaian dan kebaikan, dan berkah bagi seluruh masyarakat Indonesia umumnya, juga Jawa Timur dan Mojokerto khususnya. Untuk itu sekali lagi diucapkannya Selamat Hari Natal 2025 dan Selamat Tahun Baru 2026.
“Sekali lagi, Selamat Hari Natal 2025 dan Selamat Tahun Baru 2026, berkaca pada Gus Dur dan Presiden Prabowo, serta kebaikan pemimpin daerah,” tandas Nugraha Budhi Sulistya. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 / 081215754186 (Siswahyu).












