Info Garut

Menagih Janji Pemerataan, Jeritan Warga Desa Sukajaya Garut di Tengah Rusaknya Akses Jalan Utama

×

Menagih Janji Pemerataan, Jeritan Warga Desa Sukajaya Garut di Tengah Rusaknya Akses Jalan Utama

Sebarkan artikel ini
Menanti Sentuhan Pembangunan, Jeritan Warga Sukajaya Cisewu Garut atas Jalan Rusak Parah

GARUT – Kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan kembali dikeluhkan oleh masyarakat di wilayah pelosok. Kali ini, jeritan datang dari ratusan warga Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Mereka menyuarakan keresahan mendalam lantaran akses jalan utama di desa mereka mengalami kerusakan parah dan tak kunjung mendapatkan perbaikan yang memadai dari pemerintah setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan akun Facebook bernama Try, yang mewakili suara komunitas setempat bertajuk “Suara Rakyat Desa Sukajaya”, kondisi jalan tersebut sudah berada di ambang batas kesabaran warga. Jalan yang seharusnya menjadi roda penggerak perekonomian dan aktivitas sosial kini berubah wujud menjadi kubangan lumpur yang membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

Potret Kerusakan: Kubangan Lumpur dan Ancaman Keselamatan

Bagi warga Desa Sukajaya, mobilitas harian adalah sebuah perjuangan berat. Saat musim hujan tiba, badan jalan berubah total menjadi lintasan yang licin, dipenuhi genangan air, serta lubang-lubang besar menyerupai kubangan kerbau. Kondisi ini tidak hanya memperlambat waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi siapa saja yang melintas, baik pejalan kaki, pengendara sepeda motor, maupun pengemudi kendaraan roda empat.

“Ketika hujan turun, jalan menjadi sangat licin dan berlumpur. Ketika warga hendak bekerja, mengangkut hasil pertanian, mengantar anak sekolah, atau mendapatkan pelayanan kesehatan, kondisi jalan ini menjadi hambatan yang nyata,” tulis perwakilan warga dalam seruan terbuka mereka.

Sebagai wilayah yang sebagian besar warganya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, akses jalan yang layak merupakan urat nadi kehidupan. Hasil bumi seperti sayuran dan komoditas pertanian lainnya kerap mengalami hambatan distribusi. Petugas kesehatan atau ambulans yang hendak darurat menuju lokasi pun sering kali harus berpikir dua kali akibat buruknya medan yang harus dilewati.

Seruan Aspirasi: Kapan Pemerintah Turun Tangan?

Melalui platform media sosial, warga Desa Sukajaya menyampaikan kritik sekaligus aspirasi keras kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Garut. Mereka mempertanyakan sejauh mana komitmen pemerataan pembangunan yang kerap digaungkan, apakah sudah benar-benar menyentuh hingga ke pelosok-pelosok desa terjauh seperti Cisewu.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak menuntut pembangunan infrastruktur yang bermewah-mewah layaknya jalan perkotaan bertaraf internasional. Tuntutan mereka sangat sederhana dan mendasar: memiliki akses jalan yang layak, aman, serta nyaman untuk dilewati demi menunjang kehidupan sehari-hari.

“Apakah kondisi jalan seperti ini belum cukup menjadi perhatian? Sampai kapan masyarakat harus menghadapi kesulitan yang sama? Kami berharap pemerintah tidak hanya mendengar keluhan, tetapi juga turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mengambil langkah nyata sesuai kewenangannya,” lanjut pernyataan tersebut.

Warga juga menambahkan bahwa aksi bersuara ini murni didasari oleh kebutuhan mendesak akan perubahan, bukan untuk mencari permusuhan atau menjatuhkan pihak tertentu. Mereka hanya ingin agar penderitaan akses transportasi yang telah dirasakan bertahun-tahun segera diakhiri dengan kebijakan konkret dari pihak berwenang.

Menanti Bukti Nyata, Bukan Sekadar Janji

Menutup aspirasi tersebut, masyarakat Desa Sukajaya mendesak agar Pemerintah Daerah Kabupaten Garut segera menjadwalkan peninjauan langsung ke lokasi, menetapkan prioritas penanganan anggaran perbaikan, serta memberikan kejelasan mengenai jadwal realisasi pembangunan jalan tersebut.

Warga mengingatkan bahwa janji-janji manis politik atau birokrasi sudah sering mereka dengar, namun implementasi di lapangan masih jauh dari harapan. Sebuah kutipan tegas mewakili perasaan kolektif warga setempat:

“Kami tidak butuh janji yang berulang, kami menantikan bukti dan tindakan nyata. Jalan yang layak adalah kebutuhan masyarakat, bukan sekadar harapan!”

Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kabupaten Garut dan instansi terkait. Warga Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, terus menanti kapan mata rantai keterisolasiann ini diputus, agar roda pembangunan dan kesejahteraan dapat dirasakan secara adil dan merata hingga ke ujung pelosok Garut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *