FaktaNews24.com, Aceh Utara – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Utara bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menggelar kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Tahun 2026 di SMAN 1 Syamtalira Bayu, Rabu (29/7/2026).
Program ini bertujuan menanamkan kesadaran hukum sekaligus membentuk karakter pelajar yang berintegritas di era digital.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., serta Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Aceh, Ali Rasab Lubis, SH., MH, sebagai narasumber.

Mengusung tema “Upaya Pembentukan Karakter Pelajar yang Berintegritas dan Sadar Hukum di Era Digital”, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya menaati aturan hukum serta bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial.
Dalam pesannya, Muhammad Johan menegaskan bahwa pengenalan hukum sejak dini merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk pelanggaran hukum.
Dengan mengenal hukum sejak dini, kita ciptakan generasi yang cerdas, berintegritas, dan berani berkata tidak pada pelanggaran hukum. Jadilah pelajar yang membanggakan keluarga, sekolah, dan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Aceh melalui program Jaksa Masuk Sekolah memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai berbagai persoalan hukum yang kerap dihadapi generasi muda, seperti penyalahgunaan media sosial, perundungan (bullying), kenakalan remaja, hingga konsekuensi hukum dari berbagai pelanggaran yang dilakukan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan semakin memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara serta mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan taat hukum.
Program Jaksa Masuk Sekolah merupakan salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan aparat penegak hukum dalam membangun karakter generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan moral yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan di era digital.












