Berita Nasional

Kabel Semrawut di Ngadirejan Pringkuku Pacitan Dibiarkan Bertahun-Tahun, Siapa yang Bertanggung Jawab?

80
×

Kabel Semrawut di Ngadirejan Pringkuku Pacitan Dibiarkan Bertahun-Tahun, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Sebarkan artikel ini
IMG 20260228 WA0018

Faktanews24.com – Pacitan, Wajah jalan nasional penghubung Pacitan-Solo mendadak menjadi sorotan. Bukan karena pembangunan atau prestasi infrastruktur, melainkan karena kabel yang menjuntai semrawut hingga mengganggu lalu lintas. Ironisnya, kondisi ini disebut warga sudah berlangsung lama tanpa ada penanganan berarti.

Lokasinya berada di RT 01 RW 03 Dusun Mudal, Desa Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Di titik tersebut, kabel terlihat melintang rendah sampai diatas badan jalan dengan kondisi semrawut sampai terlihat kendur bahkan hampir keatas tanah.

Warga setempat pun mulai bersuara. Mereka mempertanyakan, sampai kapan kondisi ini akan dibiarkan?

“Sudah sejak lama, yang jelas sudah lama banget. Tapi tidak ada itikad baik dari yang memasang untuk segera memperbaiki kabel tersebut,” ujar Yuni salah satu warga sekitar, dengan nada kecewa saat diwawancarai wartawan pada Sabtu, 28 Februari 2026.

IMG 20260228 WA0017

Menurut informasi yang beredar di masyarakat, kabel tersebut diduga milik layanan internet seperti Telkom Indonesia atau layanan IndiHome. Namun hingga kini belum ada kejelasan resmi siapa sebenarnya pemilik kabel yang menjuntai tersebut.

Kondisi kabel yang rendah dan semrawut bukan hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga membahayakan pengguna jalan. Bahkan, warga mengaku sudah ada insiden yang nyaris berujung kecelakaan.

“Pernah ada mobil salipan, lalu kaca spion mobil itu kecantol di kabel. Akhirnya pecah,” ungkap Yuni.

Peristiwa tersebut menjadi alarm bagi warga. Mereka khawatir jika dibiarkan, bukan tidak mungkin insiden yang lebih besar akan terjadi. Terlebih jalur tersebut merupakan akses utama dengan arus kendaraan cukup padat, termasuk kendaraan besar dan bermuatan tinggi.

IMG 20260228 WA00191

Slamet, salah satu pengguna jalan, juga mengaku resah setiap kali melintas di lokasi tersebut.

“Kalau nanti ada mobil besar bermuatan lewat dan mencantol kabel itu, kan sangat membahayakan pengguna jalan lainnya,” katanya kepada wartawan.

Ia juga menyinggung soal tanggung jawab moral pihak pemilik kabel. Menurutnya, penggunaan tiang atau fasilitas umum untuk menarik kabel tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat.

“Ini bukan milik sendiri. Kalau nebeng fasilitas umum, ya harus saling mengerti dan memperhatikan kondisi. Jangan seenaknya saja,” tegasnya.

Kabel yang menjuntai rendah itu juga dinilai merusak pemandangan desa. Di tengah upaya pemerintah daerah membangun citra kawasan yang rapi dan tertata, keberadaan kabel semrawut justru menghadirkan kesan sebaliknya.

Warga berharap pihak terkait segera turun tangan sebelum jatuh korban. Mereka tidak ingin keluhan ini hanya menjadi catatan kecil yang diabaikan.

“Harapan saya, mohon segera diperbaiki agar tidak semrawut, enak dipandang, dan tentu saja aman,” tutur Yuni.

Pertanyaannya kini, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab? Apakah pihak provider sudah mengetahui kondisi ini? Atau justru pembiaran terjadi karena tidak ada pengawasan yang tegas?

Jika benar kabel tersebut milik perusahaan besar, mengapa keluhan warga belum juga mendapat respons cepat? Apakah keselamatan pengguna jalan harus menunggu korban terlebih dahulu agar ada tindakan?

Masyarakat Dusun Mudal kini hanya bisa berharap ada itikad baik dari pihak pemilik kabel maupun instansi terkait untuk segera melakukan penertiban dan perbaikan.

Hingga berita ini diturunkan, kabel semrawut di RT 01 RW 03 Dusun Mudal, Desa Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan tersebut masih dalam kondisi menjuntai dan belum ada perbaikan.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Jefri Asmoro Diyatno
Author: Jefri Asmoro Diyatno

Sarjana Ekonomi (S.E) di Stainu Pacitan (2024). Bergabung di Faktanews24.com sejak tahun 2023. Meliput berbagai topik, pemerintahan, politik, hukum, seni, pendidikan, budaya, pariwisata, isu daerah dan isu nasional di Indonesia maupun isu dunia internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *