Jombang,https,//FaktaNews24com. .Tasyakuran Martabak ke-9 menjadi simbol rasa syukur sekaligus ruang berkumpulnya masyarakat Desa Mentoro. Dari balai desa, semangat kebersamaan itu diharapkan terus tumbuh dan menjadi energi positif dalam mendukung berbagai program pembangunan desa.
Pemerintah Desa Mentoro juga menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan masyarakat. Tanpa partisipasi warga, berbagai program pemerintah desa akan sulit berjalan maksimal. Karena itu, sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi modal penting untuk membawa Mentoro semakin maju.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas keberadaan Pemerintah Desa Mentoro sebagai bagian penting dalam mengawal kehidupan sosial masyarakat. Pemerintah desa tidak hanya hadir dalam urusan administrasi dan pembangunan, tetapi juga berada di tengah masyarakat dalam menjaga tradisi, kebersamaan, serta nilai-nilai gotong royong.
Memasuki usia ke-9 pelaksanaan Tasyakuran Martabak, tradisi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi warisan kebersamaan yang dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Mentoro pun terasa bukan hanya dalam simbol dan perayaan, melainkan melalui kebersamaan nyata masyarakat. Guyub, rukun dan gotong royong menjadi kekuatan Desa Mentoro dalam menatap masa depan.
Dengan terselenggaranya Tasyakuran Martabak ke-9, Pemerintah Desa Mentoro kembali menegaskan bahwa membangun desa membutuhkan kebersamaan. Pemerintah berjalan bersama masyarakat, masyarakat mendukung pemerintah, dan keduanya bergerak dalam satu tujuan: mewujudkan Desa Mentoro yang semakin maju, solid, guyub dan sejahtera.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu harus diisi dengan kerja nyata, kepedulian dan persatuan. Dari Desa Mentoro, semangat itu terus dirawat melalui tradisi yang sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi kehidupan masyarakat by editor (S zuhdy).











