Buru, Faktanews24.com//Dukungan untuk Fandy Ashari Wael sebagai Raja Petuanan Kaiely terus mengalir. Setelah OKP Cipayung, kini HMI MPO Cabang Pulau Buru menyatakan sikap. Jumat,25/09/2026.
Ketua HMI MPO Cabang Buru, Jhino Lolilatu, menegaskan persoalan Raja Kaiely bukan sekedar urusan administratif pemerintah. Dibalik gelar Raja ada sejarah, garis keturunan, pranata adat dan Marwah masyarakat adat.
Disampaikan Jhino pada Kamis,24/09/2026 : “Bagi kami ini soal sejarah dan martabat adat, bukan sial administrasi semata,” tegasnya.
Menurutnya, penyelesaian harus dilakukan secara terbuka. Semua pihak harus diberi ruang untuk membuktikan sejarah, silsilah dan legitimasi adat masing-masing di hadapan masyarakat adat.
“Dukungan kepada Fendy Wael bukan untuk menutup pihak lain. Justru kami minta semua bukti dibuka terang, garis keturunan diuji, sejarah diverifikasi,” ujarnya. HMI MPO meminta Pemkab Buru untuk tidak menjadi hakim atas sejarah adat. Pemerintah harus menjadi jembatan dan membuka ruang dialog yang transparan serta adil.
“Adat jangan dipolitisasi. Sejarah jangan dihapus. Garis keturunan harus dihormati,” pungkasnya. (*)












