Berita Nasional

PAC PDI Perjuangan Pacitan Resmi Dilantik, Sinyal Perubahan Politik dari Akar Rumput Mulai Dinyalakan

×

PAC PDI Perjuangan Pacitan Resmi Dilantik, Sinyal Perubahan Politik dari Akar Rumput Mulai Dinyalakan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260521 WA0004

Faktanews24.com – Pacitan, Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap politik yang lebih dekat dengan rakyat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur resmi melantik jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP se-Kabupaten Pacitan periode 2026–2031 di Kantor DPC PDI Perjuangan Pacitan pada Rabu, 20 Mei 2026.

Sebanyak 12 pengurus PAC tingkat kecamatan dikukuhkan dalam agenda konsolidasi partai yang disebut bukan sekadar seremoni pergantian struktur organisasi, melainkan langkah awal membangun kembali kekuatan politik dari bawah untuk menjawab kebutuhan rakyat.

Pelantikan dipimpin langsung Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jawa Timur.

Suasana pelantikan berlangsung penuh semangat kaderisasi. Para kader dari berbagai kecamatan hadir membawa harapan baru agar partai tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi benar-benar menjadi alat perjuangan masyarakat kecil.

Ketua DPC PDI Perjuangan Pacitan, Heru Setyanto, menegaskan bahwa PAC merupakan ujung tombak partai yang langsung bersentuhan dengan denyut kehidupan rakyat di desa-desa maupun kecamatan.

Menurutnya, pelantikan tersebut harus dimaknai sebagai peneguhan ideologi perjuangan, bukan sekadar pembagian jabatan politik.

“Untuk teman-teman PAC, saya berharap pada kesempatan yang luar biasa ini bukan hanya sekadar pelantikan pengurus PAC, tapi ini sebagai momentum peneguhan ideologis, tanggung jawab kita kepada rakyat, kepada partai, dan tanggung jawab terhadap sejarah perjuangan PDI Perjuangan,” ujar Heru di hadapan kader.

IMG 20260521 WA0010

Pernyataan itu menjadi pesan kuat bahwa politik tidak boleh kehilangan arah dan melupakan rakyat kecil yang selama ini menjadi fondasi utama perjuangan partai.

Heru juga mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan tidak ringan. Karena itu, kekompakan dan soliditas kader dinilai menjadi kunci agar partai tetap dipercaya masyarakat.

“Karena PAC adalah ujung tombaknya PDI Perjuangan untuk Kabupaten Pacitan, saya berharap kekompakan dan kebersamaan tentunya nanti akan berhasil menyukseskan PDI Perjuangan di tahun-tahun yang akan datang,” katanya.

Dalam dinamika politik daerah yang terus berubah, PAC dinilai memiliki peran penting untuk mendengar langsung persoalan masyarakat mulai dari kebutuhan petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga generasi muda desa yang menginginkan kesempatan kerja dan ruang berkembang.

Tidak hanya bicara struktur organisasi, pelantikan kali ini juga membawa pesan regenerasi politik. Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono, secara terbuka mendorong keterlibatan anak muda dalam kepengurusan partai.

Menurutnya, partai politik harus mulai membuka ruang lebih luas bagi generasi baru agar mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus menjawab aspirasi masyarakat muda.

“Kita harus memberikan ruang dan kesempatan kepada anak-anak muda. Dan warna partai juga harus mulai bisa sedikit berubah dalam artian tidak hanya diisi oleh orang-orang yang sudah generasi X atau baby boomer,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disambut antusias kader muda yang hadir. Regenerasi dinilai menjadi langkah penting agar politik tidak hanya dikuasai wajah lama, tetapi juga melibatkan energi baru yang lebih kreatif dan dekat dengan persoalan masyarakat modern.

Deni menilai kreativitas dan inovasi kader muda akan menentukan bagaimana partai diterima masyarakat ke depan, khususnya di daerah seperti Pacitan yang memiliki banyak potensi generasi muda.

“Ini yang harus mulai didorong, anak-anak muda khususnya harus punya kreativitas dan inovasi agar PDI Perjuangan di Kabupaten Pacitan bisa lebih diterima,” tambahnya.

Pelantikan PAC PDIP Pacitan kali ini bukan hanya menjadi agenda internal partai, tetapi juga dibaca sebagai sinyal dimulainya konsolidasi politik menuju Pemilu 2029.

Di tengah meningkatnya kritik masyarakat terhadap elite politik yang dianggap jauh dari rakyat, penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan menjadi langkah penting untuk membangun kembali kepercayaan publik.

Harapan masyarakat tentu sederhana: politik tidak berhenti pada slogan, tetapi benar-benar hadir membawa solusi nyata bagi kehidupan rakyat kecil.

Kini, tantangan sesungguhnya ada di tangan para pengurus PAC yang baru dilantik. Apakah mereka mampu menjadi jembatan aspirasi rakyat, atau justru hanya menjadi mesin politik lima tahunan semata.

Masyarakat Pacitan tentu akan menunggu jawabannya lewat kerja nyata di lapangan.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *