Faktanews24.com
Cirebon — Pemerintah Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon menggelar tradisi Mapag Sri yang dirangkaikan dengan pagelaran wayang kulit di halaman balai desa setempat, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah pada musim panen tahun ini.
Acara dihadiri oleh Kuwu Desa Karangreja Toyana Bobiet beserta perangkat desa, unsur Muspika Kecamatan Suranenggala, para kuwu, RT/RW, tokoh masyarakat, hingga ratusan warga setempat.

Kuwu Desa Karangreja, Toyana Bobiet, mengatakan tradisi Mapag Sri rutin digelar setiap musim panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil pertanian masyarakat yang melimpah.
Menurutnya, sebagian besar petani di Desa Karangreja telah memasuki masa panen dengan hasil yang cukup baik.

Selain menggelar syukuran panen, Pemerintah Desa Karangreja juga mengajak para petani untuk bersedekah padi bagi warga kurang mampu. Sedekah tersebut dikumpulkan dalam bentuk gabah atau padi, kemudian dijemur, digiling menjadi beras, dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Beras tersebut kami salurkan kepada fakir miskin, kaum duafa, anak yatim, hingga warga lanjut usia di Desa Karangreja,” ujar Toyana.
Tidak hanya itu, pemerintah desa juga memberikan perhatian kepada para guru ngaji dan imam masjid melalui sejumlah program sosial dan keagamaan.
Saat ini, program wajib Maghrib mengaji bagi anak usia sekolah dasar disebut telah berjalan dengan melibatkan 11 guru ngaji di Desa Karangreja.
Selain program keagamaan, pemerintah desa juga menyediakan bantuan perlengkapan jenazah bagi warga yang membutuhkan.
Toyana berharap tradisi Mapag Sri dapat membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya para petani yang akan kembali memasuki musim tanam kedua.
“Semoga petani diberikan kemudahan, kelancaran, serta hasil panen yang melimpah dan berkah,” pungkasnya.
Jono
![]()












