Faktanews24.com – Pacitan, Ruas jalan di wilayah Dua Dusun yaitu RT 02/ RW 02 Dusun Suruhan dan RT 07/ RW 01 Dusun Ngemplak di Lingkungan Kampung Baru, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, tepatnya di belakang Rumah Sakit Umum Medical Mandiri Pacitan dan SDIT Ar-Rahmah, menjadi sorotan warga. Pasalnya, kondisi jalan yang rusak parah dan tidak memiliki drainase dinilai sangat membahayakan, terutama saat musim hujan.
Jalan tersebut merupakan jalur aktif yang setiap hari dilalui masyarakat. Selain warga setempat, ruas jalan ini juga menjadi akses utama bagi orang tua dan wali murid SDIT Ar-Rahmah, pegawai rumah sakit, serta pengguna jalan lainnya untuk berangkat bekerja maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sejak berdirinya Rumah Sakit Umum Medical Mandiri Pacitan dan SDIT Ar-Rahmah Pacitan, intensitas kendaraan yang melintas di jalur tersebut meningkat signifikan. Hal ini menjadikan jalan tersebut bukan sekadar jalan lingkungan biasa, melainkan jalur vital yang menopang mobilitas masyarakat sekitar.

Namun ironisnya, saat hujan turun, kondisi jalan kerap tergenang air. Air dari area persawahan di sekitar jalan meluap ke badan jalan karena tidak adanya saluran pembuangan atau drainase. Genangan air tersebut bahkan kerap menyerupai banjir kecil, yang dikhawatirkan dapat merusak struktur jalan sekaligus mengancam rumah warga di sekitarnya.
Diketahui, jalan tersebut berstatus sebagai jalan desa yang menjadi kewenangan Pemerintah Desa setempat. Sayangnya, hingga kini belum terlihat adanya upaya perbaikan maupun pembangunan saluran air.

Salah seorang warga setempat, Sunardi, saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis, 15 Januari 2026, mengungkapkan keresahannya.
“Jalan ini sudah lama kondisinya seperti ini, bahkan belum pernah ada perbaikan sama sekali. Saat musim hujan, kami khawatir airnya bisa masuk ke rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga sangat berharap pemerintah segera turun tangan untuk membangun drainase serta memperbaiki atau mengaspal jalan tersebut agar lebih aman dan nyaman dilalui.
“Harapan kami sederhana, ada saluran air dan jalannya diperbaiki. Jangan sampai menunggu kerusakan makin parah atau ada korban dulu,” imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan jalan tersebut.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno












