Info Banyuasin

Garda Prabowo dan Ketua Investigasi TALPA Ajak Masyarakat Cegah Karhutla dan Hentikan Pembakaran Batok Kelapa

×

Garda Prabowo dan Ketua Investigasi TALPA Ajak Masyarakat Cegah Karhutla dan Hentikan Pembakaran Batok Kelapa

Sebarkan artikel ini

IMG 20261011 WA0005 1BANYUASIN, — Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat, Ketua DKC Garda Prabowo Banyuasin bersama Ketua Investigasi TALPA, Jon Heri, mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menghentikan aktivitas pembakaran batok kelapa yang dapat menimbulkan pencemaran udara.

 

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar lokasi pembakaran batok kelapa maupun kawasan yang rawan terjadi kebakaran.pada Minggu 11/10/2026.

 

Asap dari pembakaran batok kelapa dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas udara di lingkungan permukiman. Paparan asap juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

 

Selain itu, pembakaran yang tidak terkendali dapat memicu kebakaran apabila api merambat ke lahan kering, semak belukar, kebun, maupun kawasan hutan.

 

Ketua DKC Garda Prabowo bersama Ketua Investigasi TALPA, Jon Heri, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan tidak melakukan pembakaran sembarangan demi menjaga keselamatan bersama.

Empat Poin Penting Imbauan kepada Masyarakat

1. Jangan membakar hutan dan lahan.

Masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Tindakan tersebut berpotensi menyebabkan kebakaran meluas, merusak ekosistem, dan mengganggu aktivitas masyarakat.

 

2. Hindari pembakaran batok kelapa yang menghasilkan asap mengganggu.

Masyarakat maupun pelaku usaha diimbau untuk tidak melakukan pembakaran batok kelapa secara terbuka apabila menimbulkan pencemaran udara dan mengganggu lingkungan permukiman. Pengolahan batok kelapa sebaiknya menggunakan metode yang lebih aman dan minim asap serta memperhatikan ketentuan lingkungan yang berlaku.

 

3. Jangan membuang puntung rokok sembarangan.

Puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi sumber api, terutama ketika dibuang di lahan kering, semak belukar, kebun, atau kawasan yang mudah terbakar.

 

4. Segera laporkan apabila terjadi kebakaran.

Jika melihat titik api atau kebakaran, masyarakat diharapkan segera melapor kepada aparat desa atau kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun petugas terkait agar dapat segera ditangani.

 

Jaga Lingkungan untuk Generasi Mendatang

Ketua Investigasi TALPA, Jon Heri, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menganggap persoalan asap pembakaran dan karhutla sebagai masalah sepele. Menurut pesan dalam imbauan tersebut, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan tindakan nyata.

Masyarakat juga diharapkan dapat saling mengingatkan secara baik apabila menemukan aktivitas pembakaran yang berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan lingkungan.

Pencegahan sejak dini dinilai sangat penting agar tidak terjadi kebakaran yang lebih besar, kerusakan lingkungan, maupun gangguan kesehatan yang merugikan warga.

 

“Bersama kita cegah karhutla dan pembakaran batok kelapa. Jaga alam, jaga kehidupan. Lingkungan yang bersih dan udara yang sehat merupakan hak bersama yang harus kita jaga demi masa depan anak cucu kita.”

 

Melalui imbauan ini, Garda Prabowo bersama Ketua Investigasi TALPA berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, menghindari pembakaran yang berisiko, serta berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

 

Tanpa karhutla dan asap pembakaran batok kelapa, kita semua bisa hidup lebih sehat.

 

(Syn) Fakta news 24 com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *