Info Narkoba

Wiwit Priono Ajak Masyarakat Perangi Narkoba: Jangan Biarkan Masa Depan Generasi Dicuri

×

Wiwit Priono Ajak Masyarakat Perangi Narkoba: Jangan Biarkan Masa Depan Generasi Dicuri

Sebarkan artikel ini
97e961d3 da05 455c b673 5418a5cb1a75

Wiwit Priono atau biasa di Ajak Masyarakat Perangi Narkoba: Jangan Biarkan Masa Depan Generasi Dicuri

Faktanews24.com – Bandung, 11 September 2026 – Bahaya narkoba tidak hanya mengancam kesehatan dan kehidupan penggunanya, tetapi juga dapat menjadi luka panjang bagi keluarga serta ancaman serius terhadap masa depan generasi bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Wiwit Priono, Sekjen DPP Garda Anti Narkoba Indonesia (GANI) sekaligus Pimred/Pimum Faktanews24.com, dalam seruannya kepada masyarakat agar bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Menurut Wiwit, narkoba kerap berawal dari sesuatu yang dianggap sederhana. Rasa penasaran, ajakan teman, hingga keinginan mencari kesenangan sesaat dapat menjadi pintu masuk menuju persoalan yang jauh lebih besar.

“Jangan pernah menganggap narkoba sebagai permainan. Bisa saja berawal dari coba-coba, tetapi kemudian berubah menjadi ketergantungan dan merampas masa depan seseorang,” tegas Wiwit.

Ia menilai, persoalan narkoba tidak semestinya hanya dilihat sebagai persoalan hukum. Di balik seseorang yang terjerat narkoba, terdapat keluarga yang ikut menanggung dampaknya.

Ada orang tua yang harus menyaksikan anaknya kehilangan arah, pasangan yang kehilangan harapan, hingga anak-anak yang harus merasakan perubahan kehidupan akibat anggota keluarganya terjerat narkoba.

Karena itu, Wiwit mengajak masyarakat menjadikan keluarga sebagai benteng pertama dalam pencegahan narkoba.

Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Perhatian terhadap pendidikan, pergaulan, lingkungan pertemanan hingga perubahan perilaku anak menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan sejak dini.

“Jangan hanya bertanya tentang nilai sekolah. Tanyakan juga bagaimana pergaulannya, siapa teman-temannya, dan apa yang sedang mereka rasakan. Kepedulian kecil dari keluarga bisa menjadi benteng besar bagi seorang anak,” ujarnya.

*Generasi Muda Harus Berani Berkata Tidak*

Wiwit juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda. Ia mengingatkan agar anak-anak bangsa tidak mudah terbawa oleh lingkungan yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, keberanian untuk mengatakan “tidak” terhadap narkoba merupakan bentuk keberanian untuk mempertahankan masa depan.

“Jangan biarkan rasa penasaran menghancurkan masa depan. Berani mengatakan tidak kepada narkoba bukan berarti pengecut. Justru di situlah keberanian yang sesungguhnya,” katanya.

Di sisi lain, Wiwit mengingatkan masyarakat agar tidak menutup mata ketika melihat indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungannya.

Kepedulian masyarakat, menurut dia, menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi muda.

Namun, ia juga menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan terhadap mereka yang telah terjerat penyalahgunaan narkoba.

Edukasi, pendampingan dan rehabilitasi, kata Wiwit, perlu menjadi bagian dari upaya untuk membantu mereka kembali menjalani kehidupan secara lebih baik.

“Melawan narkoba bukan semata-mata tentang menghukum. Melawan narkoba adalah tentang menyelamatkan manusia, menjaga keluarga dan melindungi masa depan generasi bangsa,” tuturnya.

*Jangan Tunggu Narkoba Mengetuk Pintu Rumah*

Lebih jauh, Wiwit mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menunggu sampai narkoba benar-benar masuk ke lingkungan keluarga masing-masing.

Upaya pencegahan harus dilakukan sejak sekarang melalui edukasi, kepedulian keluarga, penguatan lingkungan sosial serta keberanian bersama untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

“Jangan tunggu narkoba mengetuk pintu rumah kita. Ketika kita kehilangan satu generasi, kita bukan hanya kehilangan hari ini, tetapi sedang kehilangan masa depan,” pungkasnya.

Ia menyerukan agar semangat cegah, edukasi, dampingi dan berantas terus digaungkan sebagai gerakan bersama.
Sebab, menurut Wiwit, menyelamatkan satu anak dari narkoba bukan sekadar menyelamatkan satu individu, tetapi juga berarti menjaga satu keluarga dan mempertahankan satu bagian dari masa depan bangsa.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *