Info Cirebon

War Angels Indonesia (WANI) Audiensi, Puskesos Wotgali Akui Adanya Dugaan Pungutan Bansos

×

War Angels Indonesia (WANI) Audiensi, Puskesos Wotgali Akui Adanya Dugaan Pungutan Bansos

Sebarkan artikel ini
IMG 20260710 110632 311

Faktanews24.com
‎CIREBON – War Angels Indonesia (WANI) menggelar audiensi bersama Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Desa Wotgali dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Plered terkait dugaan pungutan sebesar Rp15.000 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam penyaluran bantuan sosial berupa dua karung beras dan minyak goreng. Audiensi berlangsung di Kantor Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (10/7/2026).

Screenshot 20260710 231358 1

‎Audiensi itu dihadiri Camat Plered Ike Sri Agustina, S.STP, Kapolsek Plered AKP Asep Hasanuddin, Danramil 0620-14/Weru Kapten Zaenudin, Sekretaris Desa Wotgali, Ketua Puskesos Desa Wotgali Erlan, para ketua RT/RW, warga setempat, serta 38 anggota WANI.

Screenshot 20260710 231611 1

‎Dalam audiensi tersebut, Humas WANI Arif Yolando menyampaikan hasil temuan Ketua WANI Arsy Al Banzary mengenai dugaan adanya pungutan sebesar Rp15.000 yang dibebankan kepada warga saat mengambil bantuan sosial.

‎Menanggapi hal itu, Ketua Puskesos Desa Wotgali, Erlan, mengakui bahwa pungutan tersebut memang terjadi di wilayahnya. Pernyataan itu disampaikan secara terbuka dalam audiensi yang disaksikan unsur Forkopimcam,dan masyarakat yang hadir.

‎WANI meminta Camat Plered selaku pembina wilayah memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.
‎Ia juga mendorong agar pelayanan publik, khususnya penyaluran bantuan sosial, dilaksanakan sesuai ketentuan serta memastikan hak masyarakat diterima tanpa adanya pungutan dalam bentuk apa pun.

‎Selain itu, WANI meminta dilakukan evaluasi terhadap mekanisme penyaluran bantuan sosial agar pelaksanaannya lebih transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat penerima manfaat.

‎Sebagai bentuk pengawasan masyarakat, WANI menegaskan akan terus mengawal proses penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Cirebon guna mendukung terwujudnya tata kelola pelayanan publik yang bersih, transparan, dan berkeadilan.

‎Jono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *