Berita Viral

Niat Beli Sepeda Motor di Marketplace Facebook, Ditipu Hingga Jutaan dan Pelakunya Terus Minta Dikirimi Uang

×

Niat Beli Sepeda Motor di Marketplace Facebook, Ditipu Hingga Jutaan dan Pelakunya Terus Minta Dikirimi Uang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260708 WA0112

FaktaNews24.com, Jakarta | Niat beli motor ditipu oleh orang tidak dikenal. Berawal dari niatnya yang ingin membeli sepeda motor, kemudian ia melihat marketplace di Facebook.

Dikatakannya, saat melihat Facebook, Rabu (8/7/2026) malam, menemukan salah satu situs facebook bernama Hendi yang beralamatkan di Mayang Sari, Rt003 RW001, kecamatan Pamukan Barat, kabupaten KotaBaru, Provinsi Kalimantan Selatan

“Saya lihat disitu ada dua tertera nomor WhatsApp +62 855-4582-6965, +62 823-6795-4125 bernama Hendi. Saya merasa tertarik karena harga sepeda motor second merk Honda CRF yang dia jual di Facebook harganya Rp.8.500.000 (Delapan Juta lima ratus ribu rupiah). Setelah itu, saya chat dan tanya dimana lokasinya. Kemudian, kami saling berbalas pesan,” sebutnya.

Sebelum terjadi transaksi pengiriman uang, sempat disuruh kirim ktp alamat untuk pemesanan sepeda motor yang akan dibelinya dan melalui pesan WhatsApp +62 855-4582-6965, Hendi mengirimkan cara pemesanannya yang bertuliskan :

“Jika Mas Minat Serius Saya Bisa Kirim Motor Nya ke Alamat Anda Melalui Jasa Dakota Cargo Di Jamin Motor Nya Sampai Ke Alamat Anda Paling Lambat 2 sampai 3 Hari.

Cara Pembayaran Nya Sesuai Prosedur Yang Kami Jalankan Motor Nya Saya Kirim Ke Alamat Anda Setelah Mas Kirim ongkir Untuk Masalah Transaksi Pembayaran Ongkos Kirimnya langsung Kirim Ke Rekening kantor Kami Dan Diikutsertakan Bukti Transaksi nya.. terimakasih..

HONDA CRF 2023
Berat : 135Kg
Ongkos Kirim : 975.000 1.000.000 Dari Harga Motor Setelah Motor Nya Sampai Mas Lunasin Sisanya.

Pada Rabu (8/7/2026) malam itu juga, langsung kontak Dakota Cargo +62 858-3434-1494, kirim transfer tunai ke nomor rekening Bank BRI :4847-0102-4150-500, atas nama Zulfikar

Hingga berita ini diterbitkan, ketiga nomor telepon yang digunakan oleh diduga para pelaku kejahatan itu masih aktif dan masih melancarkan aksinya di media sosial dengan mencari korban-korban penipuan berikutnya.

#NoViralNoJustice

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *