Berita Nasional

Proyek Urugan di Depan Makam Kucur Sidoharjo Pacitan Picu Keluhan Pengguna Jalan

28
×

Proyek Urugan di Depan Makam Kucur Sidoharjo Pacitan Picu Keluhan Pengguna Jalan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260307 WA0100

Faktanews24.com – Pacitan, Aktivitas proyek pengurukan lahan di kawasan depan makam Kucur, wilayah Sidoharjo, Pacitan memicu keluhan pengguna jalan. Debu yang beterbangan dari material urug tanah dianggap mengganggu kenyamanan dan membahayakan konsentrasi pengendara motor maupun pejalan kaki yang melintas.

Salah satu pengguna jalan, Agus Arifin, menyampaikan protes keras terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Ia menilai aktivitas urugan lahan tanpa pengendalian debu yang memadai telah menimbulkan keresahan di masyarakat sekitar.

“Proyek ini mengganggu pengguna jalan, khususnya pengendara motor dan pejalan kaki. Debu yang ditimbulkan sangat mengganggu fokus berkendara. Saya minta ada truk tangki penyiraman berkala saat tidak hujan,” tegas Agus Arifin, kepada wartawan melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 7 Maret 2026.

IMG 20260307 WA0102

Menurut Agus, kondisi jalan yang berdebu cukup berbahaya, terlebih ketika kendaraan melintas dengan kecepatan sedang. Ia mengaku turut merasakan dampak langsung karena harus melewati lokasi proyek dalam aktivitas sehari-hari.

“Bukan hanya soal kenyamanan, tapi keselamatan pengguna jalan juga dipertaruhkan. Saya sendiri merasa terganggu,” tambahnya dengan nada kecewa.

Keluhan serupa juga mulai beredar di kalangan warga yang melintas di area dekat Makam Kucur Sidoharjo. Beberapa warga menilai pelaksana proyek pengurukan lahan untuk rencana pembangunan fasilitas yang disebut sebagai “sekolah rakyat” belum maksimal dalam menerapkan standar pengendalian lingkungan kerja.

IMG 20260307 WA0101

Isu yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa penyiraman jalan secara berkala belum dilakukan secara konsisten saat kondisi cuaca tidak hujan. Akibatnya, debu mudah terbawa angin dan menyebar ke badan jalan.

Sejumlah pengendara motor mengaku harus menurunkan kecepatan kendaraan saat melintas di lokasi tersebut untuk menghindari gangguan pandangan akibat debu proyek.

“Saat kendaraan besar lewat, debu langsung naik dan mengganggu mata,” ujar salah seorang warga yang melintas.

Masyarakat berharap pelaksana proyek pengurukan lahan segera melakukan langkah mitigasi seperti penyiraman berkala menggunakan mobil tangki air serta pengaturan aktivitas alat berat agar tidak menimbulkan polusi debu berlebihan.

Jika keluhan ini tidak segera ditindaklanjuti, sejumlah warga mengkhawatirkan potensi meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan pengguna jalan tersebut.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Jefri Asmoro Diyatno
Author: Jefri Asmoro Diyatno

Sarjana Ekonomi (S.E) di Stainu Pacitan (2024). Bergabung di Faktanews24.com sejak tahun 2023. Meliput berbagai topik, pemerintahan, politik, hukum, seni, pendidikan, budaya, pariwisata, isu daerah dan isu nasional di Indonesia maupun isu dunia internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *