Uncategorized

Menguntungkan! Petani Desa Sidodadi Ramunia Pilih Tanam Bawang Merah

×

Menguntungkan! Petani Desa Sidodadi Ramunia Pilih Tanam Bawang Merah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260106 WA0048 768x512 1

Deli Serdang, Faktanews24.com

Bawang merah saat ini menjadi komoditas favorit petani di Kecamatan Beringin, khususnya di Desa Sidodadi Ramunia. Pemilihan bawang merah ini bukan tanpa sebab, tetapi didasarkan alasan yang kuat.

Alasannya adalah bawang merah memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Dari satu rantai lahan, modal yang dibutuhkan hanya Rp 4 juta, dengan potensi hasil mencapai Rp 12 juta.

 

“Lumayan kali, Pak. Hasil panennya nanti sebagian dijual ke kios-kios pasar sekitar, itupun kekurangan masih. Tapi sebagian nanti disiapkan untuk bibit, biar berkelanjutan,” kata Suriawan, salah seorang petani setempat ketika berdialog dengan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan di sela-sela panen bawang merah bersama Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS di lahan demplot Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Gelora Tani, Selasa (6/1/2026).

 

Di kesempatan itu, Suriawan juga meminta kepada Bupati, agar dibuatkan gudang pembibitan.

 

Bupati pun menyanggupi permintaan tersebut. Keberadaan tempat penyimpanan bibit bawang merah, diharapkan agar kualitas bibit tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan kembali pada musim tanam berikutnya.

 

Selain itu, Bupati menginstruksikan Dinas Pertanian untuk menghubungkan petani dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekitar Kecamatan Beringin.

 

“Kita tidak mau hanya sekadar panen tanpa memastikan langkah selanjutnya berjalan atau tidak. Jadi, setelah panen, selain dijual langsung ke kios-kios sekitar, Pemkab mendorong untuk dipasok ke koperasi merah putih juga agar menjadi suplai bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” tegas Bupati.

 

Sebagai bentuk dukungan pemasaran hasil panen, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Karanganyar ditunjuk untuk membeli bawang merah hasil panen dari demplot bawang merah umbi di Desa Sidodadi Ramunia.

 

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, Elinasari Nasution menjelaskan, selama ini lahan tersebut ditanami padi.

 

Melalui demplot Dinas Pertanian, petani didorong mencoba komoditas palawija, salah satunya bawang merah, sebagai alternatif pergantian pola tanam.

 

“Jika hasilnya baik dan menguntungkan, maka pola tanam padi–palawija ini akan kita lanjutkan. Alhamdulillah hasil hari ini menguntungkan,” tutur Kadis Pertanian.

 

Usai panen bawang merah, Bupati dan Wakil Bupati melanjutkan dengan panen padi di lahan milik Poktan Jaya Tani di desa yang sama. Total luas lahan sawah Poktan Jaya Tani mencapai 70 hektare.

 

Dalam dialog dengan petani, disampaikan kebutuhan alat mesin pertanian (transplanter) agar dapat mengikuti program tanam dan panen padi serentak.

 

“Selama ini, proses tanam masih mengandalkan tenaga ibu-ibu tani, gak sanggup juga, Pak. Makanya, kadang kami gak bisa ikut tanam serentak,” ucap salah seorang petani.

 

Mereka juga mengeluhkan persoalan aliran air, di mana air dari kawasan Kebun Kualanamu mengalir ke area persawahan dan menjadi tumpuan pembuangan.

 

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Bupati memerintahkan camat untuk melakukan pengecekan serta mengoordinasikan pengerukan sedimen yang menjadi kendala petani.

 

“Setelah dari sini, tolong dirembukkan aliran mana saja yang menjadi keluhan petani dan selesaikan. Kalau butuh bantuan alat, segera laporkan,” perintah Bupati.

 

Pada panen padi tersebut, luas lahan yang dipanen sekitar 4 rantai, dengan hasil mencapai 8 goni, masing-masing seberat sekitar 80 kilogram per goni

(JPS)

Warga Dusun 7,Desa Teluk Tenggulang Diselimuti Asap Pekat Akibat Karhutla. September 7, 2026 AdminSNN Banyuasin-Suluhnusantara.news Asap pekat akibat kebakaran Lahan menyebabkan Asap masuk Ke pemukiman Warga, Hal ini Perlunya Tindak Cepat dari Pihak pemerintah setempat terkait penanganan asap kepada warga khususnya pada anak balita. Senin 7/9/2026. Kebakaran lahan yang terjadi di dusun 7 desa teluk tenggulang,kecamatan Tungkal Ilir,kabupaten Banyuasin, menyebabkan Asap masuk ke pemukiman warga, di karenakan kebakaran yang terjadi berdekatan dengan pemukiman warga. Hal ini di keluhkan oleh warga setempat khususnya ibu ibu yang punya anak balita. Salah satu warga ibu titi warga dusun 07, desa teluk tenggulang mengungkapkan saat di konfirmasi awak media. ” Kami warga terdampak asap berharap kepada pihak pemerintah baik itu desa maupun kecamatan, untuk memperhatikan kami para ibu ibu yang punya anak balita ini, karena asap ini kalau malam sangat terasa di dalam rumah kami, harapan kami ada dari pemerintah menyediakan tempat yang aman dari asap untuk para anak balita kami juga para orang tua jompo. ” Ungkapnya. Tidak cuma ibu Titin yang mengelukan terkait dapat asap ini, ibu Rizki dan ibu yang lainya juga mengeluhkan hal yang sama, “Anak kami baru berumur 1 tahun kami sangat kwatir dengan Dampak dari asap ini, karena anak yang umur satu tahun di pasang masker di buang, jadi kalau malam kami bingung, kwatir sama anak kami, kami hanya berharap ada perhatian baik dari pihak pemerintahan ataupun dari pihak perusahaan seperti PT Campang tiga ini,demi kenyamanan anak kami ini, “paparnya. Dengan terjadinya kebakaran yang terjadi di dusun 7 desa teluk tenggulang,Tungkal Ilir,Banyuasin Sampai sekarang belum ada penanganan secara serius dari pihak medis terkait dampak asap ini,sedangkan konfirmasi baik dengan pihak desa dan kecamatan sudah di sampaikan melalui Group KARHUTLA TUNGKAL ILIR,Tapi sudah tiga hari belum ada respon dan tanggapan yang serius demi menyelamatkan anak anak balita dan orang tua jompo. Pungkasnya. (
Uncategorized

Asap pekat akibat kebakaran Lahan menyebabkan Asap masuk…