Serdang Bedagai // FN24
Setelah tiga hari pencarian intensif, D Y (15), remaja asal Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), yang dilaporkan hanyut di Sungai Ular akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan mengapung di pesisir pantai Dusun XI Desa Kota Pari Kecamatan Pantaicermin Kabupaten Sergai – Sumut, pada Minggu (5/7/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Peristiwa pilu ini bermula pada Jumat sore (3/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, korban bersama enam orang rekannya sedang mandi dan bermain air di aliran Sungai Ular, tepatnya di bawah jembatan kereta api Lingkungan Pasiran Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan.
Nahas, korban tiba-tiba terseret arus. Rekan-rekan korban sempat berupaya menyelamatkannya dengan mencoba menarik rambut korban, namun kuatnya arus sungai membuat pegangan mereka terlepas hingga korban tenggelam dan hilang terbawa arus.Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Tono (60) dan Syaiful (60), nelayan setempat yang hendak berangkat melaut untuk menangkap udang. Temuan tersebut kemudian dilaporkan secara berjenjang kepada kepala dusun, kepala desa, hingga akhirnya direspons oleh personel Polsek Pantaicermin dan bekerja sama dengan Tim SAR Provinsi Sumatera Utara.
Kapolres Sergai AKBP Jhon HR Sitepu, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., menerangkan penemuan jasad remaja tersebut.
“Pihak keluarga, yang diwakili oleh Pak Handoyo, sudah tiba di lokasi penemuan dan mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut benar adalah ananda D Y, korban yang dilaporkan tenggelam di bawah jembatan Sei Ular pada Jumat lalu”, ujar Kasi Humas saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).
Setelah dievakuasi oleh Tim SAR dan personel kepolisian, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Sawit Indah dengan didampingi pihak keluarga dan Bhabinkamtibmas untuk keperluan Visum Et Repertum.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan proses otopsi dengan menandatangani surat pernyataan resmi. Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Berkaca dari tragedi memilukan ini, Kasi Humas Polres Sergai mengimbau tegas kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua betapa pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas anak-anak, terutama mereka yang masih di bawah umur.
“Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh orang tua agar lebih berhati-hati, waspada, dan peduli terhadap kegiatan anak-anaknya. Jangan biarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan di bantaran sungai atau wilayah perairan. Mengingat cuaca ekstrem saat ini tidak dapat diprediksi, bahaya gelombang banjir atau luapan arus sungai bisa terjadi secara tiba-tiba dan mengancam keselamatan”, tegasnya. (JPS)












