Tulang Bawang, Fakaktanews24.com
Dugaan praktik korupsi dalam pengelolaan Dana Desa kembali mencuat, kali ini terjadi di Kampung Bumi Depasena Utama, Kecamatan Rawa Jitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Sorotan tajam tertuju kepada Kepala Kampung (Kakam) beserta bendaharanya yang diduga telah terlibat dalam berbagai penyimpangan pengelolaan anggaran Dana Desa sejak tahun 2022 hingga 2024.
Berdasarkan hasil investigasi Tim Media dan lembaga, ditemukan indikasi kuat praktik mark-up dan penggelembungan anggaran pada sejumlah kegiatan pembangunan fisik maupun program pemberdayaan masyarakat. Lebih mencengangkan lagi, sebagian kegiatan yang tercantum dalam laporan realisasi diduga banyak diselewengkan (Kakam) Depasena Utama.
Oknum (Kakam) Bumi Depasena Utama, Kecamatan Rawa Jitu Timur, Lampung, Telah melakukan penyalah gunaan Wewenang serta terindikasi melakukan penyelewengan Dana Desa Dari tahun 2022 sampai 2024, selain itu juga melakukan penyelewengan terhadap Dana Insentif tambahan sebesar Rp 138.495000 ditahun 2024.

Dana Insentif Tambahan tersebut harapan pemerintah dapat memperkuat peran desa dalam pembangunan lokal, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat desa.
Insentif tambahan Desa didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146 Tahun 2023 tentang pengalokasian, penyaluran, dan penggunaan dana desa tahun anggaran 2024. Kriteria penilaian untuk insentif berdasarkan kinerja mencakup berbagai indikator yang mencerminkan kualitas tata kelola dan pelaksanaan program desa.
Namun sangat disayangkan sepanjang pantauan Awak Media dilapangan pada tahun 2024, Tim tidak mendapatkan keterangan jika ada kegiatan baik pembangunan infrastruktur atau program lainnya yang bersumber dari Dana insentif Tambahan Dana Desa.
sejumlah warga mengaku bahwa selama ini Kakam beserta aparatur kampung tidak pernah secara transparan menjelaskan penggunaan Dana Desa. “Banyak kegiatan yang tidak jelas, anggaran keluar tapi hasilnya tidak terlihat,” ungkap salah seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan
Harapan besar yang di sampaikan oleh beberapa warga Kampung Depasena Makmur yang berhasil di himpun di lapangan, berharap kepada YTH bapak Presiden Prabowo Subianto melalui BADAN PEMERIKSA KEUANGAN (BPK) yang bertanggung jawab atas keuangan Negara agar bisa mengaudit Kakam Dan Aparatur Kampung Bumi Depasena Utama
(Bersambung)
![]()













