Muara Enim – Aktivitas gudang bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan. Ironisnya, gudang yang berjarak kurang dari 300 meter dari Markas Polsek Lembak itu kini justru tampak semakin sibuk dengan aktivitas bongkar muat, tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
Pantauan di lokasi, sejumlah mobil terlihat mengantre untuk menurunkan maupun memuat BBM di gudang tersebut. Salah satu pekerja bahkan dengan lantang menyampaikan pernyataan yang mengejutkan: “Tidak akan ada yang berani menutup gudang kami, bahkan Mabes Polri sekalipun.”
Tak hanya itu, pekerja tersebut juga diduga mengolok-olok banner bergambar Kapolda Sumsel yang dipasang di depan gudang. Banner tersebut dianggapnya hanya formalitas belaka. “Itu cuma pajangan. Tidak ada gunanya,” ucapnya santai.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, mengingat sebelumnya sempat beredar kabar bahwa pihak Polres telah meminta aktivitas di gudang tersebut dihentikan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Gudang bukannya tutup, tetapi justru semakin ramai beroperasi.
Di sisi lain, Ditreskrimsus Polda Sumsel disebut belum juga melakukan langkah hukum yang konkret atas aktivitas ilegal tersebut. Padahal, keberadaan gudang BBM ilegal bukan hanya mencederai hukum, tapi juga menantang kewibawaan institusi kepolisian.
Situasi serupa juga terjadi di wilayah Gelumbang, tak jauh dari Lembak. Aktivitas BBM ilegal di kawasan tersebut dilaporkan mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Fakta ini memperkuat dugaan adanya pembiaran terstruktur atau minimnya penegakan hukum terhadap pelaku usaha ilegal yang merusak tatanan hukum dan kepercayaan publik.
Pengamat hukum, menyayangkan lambannya respons aparat. “Jika tindakan seperti ini dibiarkan, bukan hanya hukum yang dilecehkan, tetapi institusi negara juga ikut direndahkan,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (24/7).
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Sumsel maupun Mabes Polri belum memberikan keterangan resmi terkait aktivitas gudang BBM ilegal yang kembali marak di wilayah Muara Enim, khususnya Lembak dan sekitarnya.