Faktanews24.com – Pacitan, Kemarau berkepanjangan menyebabkan warga Dusun Suruhan, RT 02/RW 02, Lingkungan Kampung Baru, Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut dirasakan warga ketika sumur yang selama ini menjadi salah satu sumber kebutuhan air sehari-hari mulai mengering dan hanya menyisakan air bercampur lumpur dengan kondisi keruh.
Situasi itu membuat warga harus berupaya mencari sumber air lain yang masih tersedia. Salah seorang warga setempat bahkan terpaksa mengambil air dari lokasi yang masih memiliki sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Aktivitas mencari dan mengambil air tersebut oleh warga setempat disebut sebagai mblandong air.
Bagi masyarakat yang mengandalkan sumur sebagai sumber air utama, kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri. Ketika air sumur mulai surut, kebutuhan dasar rumah tangga tidak serta-merta berkurang. Air tetap diperlukan untuk memasak, mencuci, membersihkan lingkungan, mandi, serta berbagai aktivitas harian lainnya.
Salah seorang warga Lingkungan Kampung Baru, mengatakan bahwa mencari air kini menjadi lebih sulit. Menurut dia, sumur yang berada di lingkungannya sudah mengalami kekeringan. Kalaupun masih terdapat air, kondisinya bercampur lumpur sehingga tampak keruh dan tidak jernih.
“Sulit mencari air. Di tempat kami memang ada sumur, tetapi sudah mengering. Air yang keluar bercampur lumpur sehingga kondisinya keruh,” ungkap Yitno saat diwawancarai wartawan, pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Kondisi tersebut menggambarkan kesulitan yang dihadapi warga ketika sumber air di sekitar tempat tinggal tidak lagi dapat diandalkan seperti biasanya. Sumur yang sebelumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kini tidak menghasilkan air dengan kondisi yang diharapkan.
Air yang bercampur lumpur juga menimbulkan persoalan tersendiri bagi warga. Selain harus mencari sumber air alternatif, masyarakat perlu memperhatikan kondisi dan kebersihan air sebelum menggunakannya untuk berbagai keperluan.
Bagi warga yang harus mengambil air dari lokasi lain, ketersediaan sumber air menjadi faktor penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jarak menuju sumber air, kemudahan akses, serta ketersediaan air di lokasi tujuan dapat memengaruhi upaya warga mendapatkan air untuk rumah tangga.
Fenomena mblandong air menjadi gambaran bagaimana masyarakat berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi lingkungan ketika kemarau berlangsung berkepanjangan. Warga yang mengalami kesulitan tidak memiliki banyak pilihan selain mencari sumber air yang masih dapat dimanfaatkan.
Di tengah situasi tersebut, kebutuhan air bersih menjadi semakin penting untuk diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketersediaan air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan untuk minum, tetapi juga menunjang kebersihan diri, sanitasi, dan aktivitas rumah tangga.
Sementara itu, penggunaan air yang kondisinya keruh perlu dilakukan secara hati-hati. Air yang terlihat keruh atau bercampur lumpur belum dapat dipastikan aman hanya berdasarkan penampilan fisiknya. Untuk air minum dan memasak, warga perlu menggunakan air yang telah dipastikan aman dan memenuhi persyaratan kesehatan.
Kondisi yang dialami warga Dusun Suruhan, Desa Sirnoboyo, tersebut menjadi potret kesulitan masyarakat dalam memperoleh air ketika sumber air di lingkungan tempat tinggal mengalami penurunan kualitas maupun ketersediaan.
Bagi dia dan warga yang mengalami keadaan serupa, mendapatkan air bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi setiap hari. Ketika sumur mengering dan air yang tersisa bercampur lumpur, upaya mencari sumber air alternatif menjadi bagian dari aktivitas yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan pentingnya menjaga ketersediaan sumber air, terutama ketika wilayah permukiman menghadapi kemarau berkepanjangan. Keberadaan sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan menjadi salah satu unsur penting dalam menunjang kehidupan masyarakat.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno












