Teknologi

Drone DJI Agras Diperkenalkan kepada Petani Salor, IPB University Dorong Efisiensi Budidaya Padi

×

Drone DJI Agras Diperkenalkan kepada Petani Salor, IPB University Dorong Efisiensi Budidaya Padi

Sebarkan artikel ini
IPB 1

MERAUKE, Faktanews24.com — Tim 5 Ekspedisi Patriot IPB University 2026 bersama CV Myesha Mandiri menggelar pelatihan pemanfaatan drone pertanian DJI Agras untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mendukung efisiensi budidaya padi di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Senin (12/10/2026).

Kegiatan bertajuk Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pemanfaatan Drone DJI Agras untuk Efisiensi Budidaya Padi di Kawasan Transmigrasi Salor tersebut berlangsung di Kampung Sumber Harapan (SP3), Distrik Tanah Miring. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan teknologi pertanian sekaligus mendorong penguatan ekosistem bisnis padi di kawasan tersebut.

1pb 3

Ketua Tim 5 Ekspedisi Patriot IPB University, Dr. Doni Sahat Tua Manalu, S.E., M.Si., menilai pengembangan bisnis padi tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi. Keterhubungan antara petani, kelembagaan, pelaku usaha, penggilingan, dan pasar juga diperlukan untuk mendukung keberlanjutan usaha pertanian.

“Penguatan bisnis padi tidak cukup hanya melihat hasil produksi. Kita juga perlu memperhatikan bagaimana petani mengelola usahanya, bagaimana biaya produksi dapat dikendalikan, serta bagaimana hubungan antara petani, kelembagaan, pelaku usaha, dan pasar dapat diperkuat,” ungkapnya.

Koordinator Lapangan Tim 5, Doki Efendi, menjelaskan bahwa pengenalan teknologi drone menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pengelolaan lahan pertanian yang luas di Kabupaten Merauke.

Berdasarkan data Kabupaten Merauke Dalam Angka 2026 yang dirujuk dalam materi kegiatan, luas tanam padi sawah di Kabupaten Merauke mencapai sekitar 92.539 hektare, sedangkan luas panennya sekitar 69.210 hektare.

“Dengan skala usaha tani yang besar, efisiensi pekerjaan budidaya menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pemanfaatan teknologi dapat menjadi pilihan untuk mendukung pengelolaan lahan, tetapi penerapannya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan petani,” jelas Doki.

Dalam pelatihan tersebut, Hafiz Septio Rhynanda, S.Tr.P., menyampaikan materi pengenalan drone DJI Agras. Sementara itu, Rudy Apriansyah memandu demonstrasi lapangan.

Peserta mendapatkan pengenalan mengenai komponen perangkat, pengaturan koordinat, persiapan alat, hingga simulasi penerbangan. Materi tersebut ditujukan untuk memperkenalkan tahapan dasar pengoperasian drone dalam kegiatan pertanian.

Komisaris CV Myesha Mandiri, Ardian Simanullang, turut mendukung peningkatan kapasitas petani dalam pemanfaatan teknologi. Menurutnya, efisiensi kegiatan budidaya menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan, terutama ketika petani mengelola lahan yang luas dengan keterbatasan tenaga kerja.

Meski demikian, pemanfaatan drone membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dan dukungan teknis. Operator terlatih, ketersediaan perangkat, perawatan, serta infrastruktur yang memadai menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar teknologi dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Anggota Tim 5, Putri Valentine, menambahkan bahwa efisiensi budidaya perlu ditempatkan dalam konteks usaha tani yang lebih luas. Pengelolaan biaya produksi, kapasitas petani, kelembagaan, dan hubungan antarpelaku usaha turut menentukan keberlanjutan bisnis padi.

“Ketika kita membicarakan bisnis padi, setiap tahap saling berhubungan. Perbaikan pada proses budidaya perlu diikuti dengan penguatan kelembagaan dan hubungan usaha agar manfaatnya dapat mendukung keberlanjutan usaha tani,” tuturnya.

Dukungan terhadap peningkatan kapasitas petani juga menjadi perhatian pemerintah dan penyuluh pertanian setempat. Yanuarius, Kepala Bidang Transmigrasi Kabupaten Merauke, menyoroti pentingnya upaya bersama dalam menjawab tantangan pertanian di kawasan transmigrasi. Sementara itu, Iriyani Ferera dari Balai Penyuluhan Pertanian Tanah Miring mendukung pengenalan teknologi untuk meningkatkan kapasitas petani.1pb 2

Penggunaan drone untuk kegiatan budidaya juga telah diterapkan oleh sejumlah petani. Margono, Ketua Brigade Pangan Desa Waninggap Sai (SP4), merupakan salah satu petani yang menggunakan drone untuk penyemprotan lahan padi.

Pada panen Oktober 2026, Margono mencatat produksi 13 ton beras dari lahan seluas dua hektare dengan varietas Mekongga. Pengalaman tersebut menjadi salah satu contoh praktik pemanfaatan teknologi di tingkat petani. Namun, capaian produksi tetap dipengaruhi berbagai faktor, sehingga tidak dapat dikaitkan hanya dengan penggunaan drone.

Ke depan, pemanfaatan drone di Kawasan Transmigrasi Salor dapat dikembangkan melalui pelatihan operator, layanan penggunaan bersama, dan pendampingan teknis. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan petani serta didukung koordinasi antara kelompok tani, pemerintah, penyuluh, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Melalui pelatihan ini, Tim 5 Ekspedisi Patriot IPB University mendorong pengembangan ekosistem bisnis padi yang lebih terintegrasi. Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya mendukung pekerjaan budidaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun usaha pertanian yang efisien dan berkelanjutan.

DSTM/BHB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *