*BANYUASIN, Faktanews24.com* — Warga RT 07, Dusun 3, Desa Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, mengeluhkan asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta aktivitas pembakaran batok kelapa pada malam hingga dini hari.
Asap tersebut disebut mengganggu waktu istirahat dan memicu keluhan batuk pada sejumlah warga, termasuk anak-anak.
Susanti (36), warga setempat, mengatakan ibunya, K (50), meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan. Menurut Susanti, ibunya memiliki riwayat asma dan kondisi batuknya memburuk ketika asap menyelimuti lingkungan tempat tinggal mereka.
“Ibu sebenarnya sudah ada penyakit asma. Ditambah asap karhutla dan batok kelapa, kondisinya menjadi parah,” ujar Susanti kepada wartawan, Jumat (9/10/2026).
Ia menuturkan, batuk yang sebelumnya dialami ibunya belakangan disertai darah sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Dulu sering batuk biasa, tetapi semenjak adanya asap ini, batuknya bercampur darah,” katanya.
Meski demikian, hubungan antara paparan asap dan meninggalnya K belum dapat dipastikan. Penyebab kematian memerlukan keterangan medis dan tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan keluarga.
Susanti juga mengatakan ayahnya masih sakit dan memilih bertahan di dalam rumah karena khawatir terpapar asap.
“Ayah saya masih sakit dan tidak berani keluar rumah karena sudah dikepung asap,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Likin (36). Ia mengatakan aktivitas pembakaran batok kelapa berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB hingga 05.00 WIB.
“Batok kelapa ini beraktivitas dari sekitar pukul 20.00 WIB sampai 05.00 WIB tanpa henti. Dampaknya juga dirasakan anak saya,” kata Likin.
Menurut dia, asap tersebut mengganggu waktu istirahat keluarganya. Anak-anaknya juga disebut mengalami batuk ketika asap muncul di sekitar rumah.
“Kami tidur terganggu, anak-anak juga jadi batuk-batuk,” ujarnya.
Warga berharap instansi terkait segera memeriksa sumber asap dan aktivitas pembakaran batok kelapa tersebut. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui sumber pencemaran, kondisi kualitas udara, serta kemungkinan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Selain itu, perlu dipastikan apakah asap yang menyelimuti permukiman berasal dari karhutla, pembakaran batok kelapa, atau sumber lainnya.
Kepala Desa Pangkalan Benteng, Agus Kurniawan, membenarkan adanya aktivitas pembakaran batok kelapa di wilayah RT 07, Dusun 3, Desa Pangkalan Benteng.
“Iya, memang benar ada aktivitas pembakaran batok kelapa di wilayah Pangkalan Benteng,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp.
Terkait pemilik usaha tersebut, Agus mengatakan pihaknya telah meminta agar aktivitas pembakaran dihentikan. Namun, identitas pemiliknya belum diketahui secara pasti.
“Sudah minta untuk tidak beraktivitas lagi. Untuk pemilik aktivitas, masih belum tahu siapa yang punya,” tambahnya.
Ia juga mengimbau warga untuk melaporkan kembali apabila aktivitas pembakaran masih berlangsung.
Warga berharap instansi terkait menindaklanjuti keluhan tersebut dengan memeriksa aktivitas pembakaran dan menelusuri sumber asap yang menyelimuti permukiman.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan mengenai hasil pemeriksaan kualitas udara maupun tindak lanjut dari instansi lingkungan hidup setempat.
(Adi FN24)










