Jombang

Tasyakuran Sedekah Dusun Tengaran Digelar di Prasasti Gurit 2 Oktober 2026.oleh H,kusaeri.

×

Tasyakuran Sedekah Dusun Tengaran Digelar di Prasasti Gurit 2 Oktober 2026.oleh H,kusaeri.

Sebarkan artikel ini
IMG 20261002 090742

JOMBANG https//FaktaNews24com. Pemerintah Desa Tengaran bersama warga menggelar Tasyakuran Sedekah Dusun di kawasan Prasasti Gurit, Desa Tengaran, Jombang. Kegiatan tahunan tersebut dihadiri Kepala Desa Tengaran H. Kusaeri, unsur Muspika, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat.

Pranoto coro mas Eko tralala dari anggota JJB (jurnalis Jombang Bersatu) yang sangat populer dengan bahasa Jawa kromo yang sangat handal

Tasyakuran Sedekah Dusun berlangsung dalam suasana tertib dan penuh kekhidmatan. Sejak kegiatan dimulai, warga tampak berkumpul di sekitar kawasan Prasasti Gurit  untuk mengikuti seluruh rangkaian acara. Doa bersama menjadi bagian utama kegiatan sebagai ungkapan rasa syukur atas berbagai nikmat, keselamatan, kesehatan, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat selama setahun terakhir.

Selain menjadi agenda keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. Masyarakat dari berbagai kalangan hadir dan mengikuti acara dengan penuh kebersamaan. Suasana gotong royong terlihat dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, mulai dari penataan lokasi, penyambutan tamu, hingga penyediaan kebutuhan acara.

Kepala Desa Tengaran H. Kusaeri mengatakan, tradisi sedekah dusun perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya dan kearifan lokal masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga mengandung pesan penting tentang kebersamaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap warisan budaya yang telah dijaga secara turun-temurun.

“Sedekah dusun ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya untuk menjaga tradisi dan kebersamaan masyarakat. Semoga seluruh warga Dusun Tengaran senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, rezeki yang lancar, dan desa kita semakin maju,” ujar H. Kusaeri.dan menjadikan Desa yang Baldatun thoibatun warobbul Ghofur.

Ia menambahkan, pelaksanaan sedekah dusun menjadi salah satu cara masyarakat untuk memanjatkan doa bersama demi kebaikan lingkungan dan seluruh warga. Harapan yang disampaikan mencakup keselamatan masyarakat, kelancaran usaha, ketenteraman lingkungan, serta kemajuan pembangunan desa.

Baca Juga:  Bupati Jombang Abah Warsubi Kunjungi Pelaksanaan Operasi Katarak di RSUD Ploso

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Pertemuan dalam suasana informal dan penuh kekeluargaan memungkinkan pemerintah desa mendengar langsung aspirasi, harapan, serta berbagai persoalan yang dirasakan warga.

Kehadiran unsur Muspika turut mendukung pelaksanaan kegiatan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung berbagai program pembangunan yang dilaksanakan di Desa Tengaran.

Sedekah dusun merupakan tradisi masyarakat yang dilaksanakan sebagai bentuk syukur dan doa bersama. Dalam pelaksanaannya, warga biasanya berkumpul untuk mengikuti doa, menyampaikan harapan, serta menikmati kebersamaan dalam suasana kekeluargaan. Tradisi ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang terus dipertahankan hingga saat ini.

Selain memiliki aspek keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi warga. Masyarakat dapat saling bersilaturahmi, mempererat hubungan antar tetangga, dan membangun kembali semangat gotong royong. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk menjaga keharmonisan kehidupan sosial di tengah perubahan zaman.

Prasasti Gurit dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Tengaran. Keberadaan prasasti tersebut tidak hanya menjadi penanda penting bagi wilayah setempat, tetapi juga menjadi bagian dari ruang budaya yang mengingatkan masyarakat terhadap sejarah dan identitas desa.

Warga berharap tradisi sedekah dusun dapat terus dilaksanakan secara rutin dan dikenalkan kepada generasi berikutnya. Pelibatan generasi muda dinilai penting agar mereka memahami makna tradisi, menghargai budaya lokal, serta memiliki kepedulian untuk ikut menjaga warisan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk tidak memandang sedekah dusun hanya sebagai kegiatan seremonial. Tradisi tersebut diharapkan by editor(S zuhdy

S,zuhdy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *