Berita Viral

Ditagih Konfirmasi Soal Insentif Dokter Fiktif RP34 Juta, Direktur RSUD Menggala Bungkam Seribu Bahasa

×

Ditagih Konfirmasi Soal Insentif Dokter Fiktif RP34 Juta, Direktur RSUD Menggala Bungkam Seribu Bahasa

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20260901 1206052

Tulang Bawang – Faktanews24.com – Sikap tidak profesional dipertontonkan Direktur RSUD Menggala. Dikonfirmasi secara resmi melalui surat dan pesan WhatsApp (WA) terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI soal pembayaran insentif dokter sub spesialis Fiktif senilai Rp34 juta, sang direktur memilih bungkam seribu bahasa.

Padahal, temuan BPK Perwakilan Lampung itu sangat serius dan menyangkut kerugian negara. RSUD Menggala terbukti membayar insentif kepada Sdr. DR sebesar Rp17 juta per bulan selama Januari-Februari 2025, meski yang bersangkutan TIDAK PERNAH HADIR, TIDAK PERNAH MELAYANI PASIEN, dan SIP MATI sejak 2 Desember 2023.

Hingga kini, sisa kerugian negara Rp24.000.000 masih jadi misteri apakah sudah dikembalikan ke Kas Daerah.??

Untuk keberimbangan pemberitaan, Kaperwil Lampung Faktanews24.com, telah melayangkan surat konfirmasi resmi, Nomor 05/Konf/FN24-Lampung/VIII/2026 tertanggal Kotabumi, 24 Agustus 2026, dengan kop jelas Email: mega.tampabatas@gmail.com dan WA: 085379946363.

Tak hanya surat, konfirmasi Kaperwil Faktanews24.com juga telah layangkan konfirmasi via pesan WhatsApp pribadi kepada Direktur RSUD Menggala. Pesan telah terkirim centang dua, namun TIDAK ADA JAWABAN SAMA SEKALI.

“Sudah kami kirim surat dan WA konfirmasi. Tapi tidak dibalas. Bahkan terkesan menghindar. Ini bukan sikap seorang pejabat publik yang mengelola anggaran miliaran rupiah,” tegas Kaperwil Lampung kepada redaksi, Selasa (1/9).

Sikap bungkam ini justru menguatkan dugaan adanya kejanggalan yang sengaja ditutup-tutupi. BPK sendiri dalam LHP-nya telah menegaskan:

Direktur RSUD Menggala dalam menetapkan daftar penerima insentif daerah di lingkungan RSUD Menggala belum sesuai ketentuan.

Serta, PPK dan Bendahara Pengeluaran RSUD Menggala belum memproses pembayaran insentif sesuai persyaratan administratif dan pelaksanaan tugas.

Jika seorang direktur rumah sakit plat merah alergi terhadap konfirmasi pers, lalu bagaimana ia mempertanggungjawabkan uang rakyat sebesar Rp6,1 Miliar untuk Belanja Insentif Daerah TA 2025?

Publik kini menanti ketegasan Bupati Tulang Bawang. Apakah akan tetap memelihara pejabat yang anti-transparansi dan terkesan kebal hukum, atau segera mencopot dan memeriksa tuntas skandal insentif dokter bayangan ini?

Hingga berita kedua ini diturunkan, Direktur RSUD Menggala dr. Ellys Meritusi memilih tetap bungkam.

Penulis: Tim Investigasi Kaperwil Lampung

Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *