Jelang 15 Agustus, Brigade PII Aceh Himbau Masyarakat Tak Terprovokasi
Faktanews24.com-BANDA ACEH — Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh mengajak masyarakat untuk menyambut momentum 15 Agustus dengan pikiran yang jernih, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang berpotensi menimbulkan provokasi di tengah masyarakat.
Kepala Administrasi dan Logistik (KA Adminlok) Brigade PII Aceh, Muhammad Revi, mengatakan bahwa masyarakat perlu menyikapi setiap informasi yang beredar secara bijak dan tidak terburu-buru membangun opini sebelum mengetahui fakta serta tujuan dari sebuah kegiatan.
Menurut Revi, kegiatan yang dilaksanakan pada momentum 15 Agustus tersebut merupakan kegiatan yang berorientasi pada hal-hal positif. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengingat kembali makna penting tanggal 15 Agustus sekaligus merawat perdamaian dan kebersamaan di Aceh.
“Kegiatan ini pada dasarnya membawa semangat kebaikan. Tidak ada tujuan untuk menciptakan perpecahan ataupun suasana yang tidak kondusif. Justru kita ingin momentum ini menjadi bagian dari upaya menjaga perdamaian dan memperkuat persatuan,” ujar Revi.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah memberikan penilaian hanya berdasarkan potongan informasi, unggahan media sosial, maupun opini yang belum memiliki dasar yang jelas.
Revi menilai perkembangan informasi yang begitu cepat dapat membuat sebuah isu mudah berkembang tanpa melalui proses klarifikasi. Karena itu, masyarakat diharapkan lebih mengedepankan sikap tabayun, berpikir positif, dan mencari informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita jangan sampai mudah terseret oleh opini. Kalau ada informasi yang belum jelas, sebaiknya diklarifikasi terlebih dahulu. Jangan memberikan ruang kepada provokator untuk mengubah sesuatu yang baik menjadi persoalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Brigade PII Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan persatuan sebagai arah bersama. Perbedaan pandangan, menurut Revi, merupakan hal yang biasa dalam kehidupan masyarakat, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut menjadi alasan untuk saling mempertentangkan.
Ia juga menekankan bahwa menjaga perdamaian bukan hanya tanggung jawab satu kelompok, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. Karena itu, setiap pihak diharapkan dapat menjaga sikap, perkataan, serta informasi yang disampaikan kepada publik.
“Kita ingin masyarakat melihat momentum ini dengan perspektif kebaikan. Mari kita jaga persatuan, jangan mudah terprovokasi, jangan terburu-buru beropini, dan jangan memberikan kesempatan kepada pihak yang ingin memecah belah,” kata Revi.
Brigade PII Aceh berharap pelaksanaan kegiatan pada 15 Agustus dapat berlangsung dengan tertib, damai, dan penuh semangat kebersamaan. Masyarakat juga diharapkan dapat bersama-sama menjaga suasana yang kondusif demi keberlangsungan perdamaian di Aceh.[M.Amin]
Muhammad Revi
KA Adminlok Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh











