Faktanews24.com | KOTA BEKASI – Kondisi Lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi kini berada dalam status memprihatinkan. Ketersediaan lahan yang layak saat ini sudah tidak mampu lagi menampung jenazah baru karena kapasitasnya yang telah terisi penuh.
Koordinator TPU Jatisari, Saripudin, mengungkapkan bahwa pihak pengelola kini hanya bisa melakukan sistem tambal sulam pada lahan yang tersisa di bagian bawah. Namun, metode ini pun sudah mencapai batas maksimal.
“Biasanya kita gunakan alat berat untuk tambal sulam lokasi makam supaya bisa dimanfaatkan. Sekarang kondisinya untuk tambal sulam sudah tidak ada lagi,” ujar Saripudin.
Meski begitu, ia menyebut masih ada aset lahan seluas 1.200 meter persegi di area atas dekat kantor TPU. Lahan tersebut bisa menjadi solusi jika dilakukan proses perataan tanah (cut and fill). Hasil kerukan tanahnya kelak dapat dialokasikan untuk mematangkan lahan kosong yang berada di dekat pinggir kali.

Menanggapi situasi krusial ini, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, S.T., M.T., langsung angkat bicara. Pernyataan tersebut disampaikannya di sela-sela agenda peletakan batu pertama Gereja Katolik TNI-POLRI St. Ignatius di Jatisari.
“Mudah-mudahan awal tahun depan kita bisa gunakan tanah yang 1.200 meter itu. Tanah hasil cut and fill bisa digunakan untuk pengurukan lokasi yang di pinggir kali,” jelas Widayat Subroto.
Sebagai langkah jangka panjang untuk mengatasi tingginya kebutuhan makam yang mencapai rata-rata 20 jenazah per hari di Kota Bekasi, Dinas Perkimtan kini tengah mematangkan rencana di wilayah lain.
“Untuk tanah TPU yang ada di Jatisampurna seluas 1,5 hektare sedang direncanakan site plan-nya. Mudah-mudahan dapat segera rampung dan dapat digunakan,” tambah pria yang akrab disapa Broto tersebut.
Broto berharap, perluasan lahan TPU di kawasan Jatisampurna ini dapat berjalan lancar demi menunjang kelayakan fasilitas pemakaman umum bagi warga Kota Bekasi ke depan.












