Faktanews24.com – Pacitan, Semangat gotong royong dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali mengantarkan Kabupaten Pacitan ke tingkat nasional. Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, menjadi lokasi penilaian Lomba Tiga Pilar Kamtibmas Tahun 2026 oleh Tim Penilai dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), pada Selasa, 14 Juli 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Nogosari tersebut dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Pacitan, TNI, Polri, pemerintah desa, serta berbagai elemen masyarakat. Penilaian ini menjadi bagian dari evaluasi terhadap implementasi sinergi Tiga Pilar Kamtibmas yang melibatkan kepala desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa dalam menciptakan keamanan, ketertiban, serta ketahanan sosial di tingkat desa.
Tim penilai Mabes Polri dipimpin oleh Direktur Pembinaan Ketertiban Masyarakat (Dirbintibmas) Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol. Dr. John Carles Edison Nababan, S.I.K., M.H., yang menggantikan Brigjen Pol. M. Rudy Syafirudin, S.I.K., S.H. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kombes Pol. Muchamad Budi Hendrawan, S.I.K., M.H., AKBP Rini Pamungkas, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.Opsla, AKP Dinda Clara Amandasari, S.T.K., S.I.K., serta Brigadir Puji Lestari, S.H.

Dalam proses penilaian, tim melakukan observasi secara menyeluruh terhadap berbagai aspek pelaksanaan program Tiga Pilar di Desa Nogosari. Penilaian mencakup upaya menjaga stabilitas keamanan lingkungan, penyelesaian persoalan sosial secara preventif, kedekatan aparat dengan masyarakat, hingga partisipasi aktif warga dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Desa Nogosari dipilih mewakili Provinsi Jawa Timur karena dinilai mampu menunjukkan sinergitas yang kuat antara pemerintah desa, TNI, Polri, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut tidak hanya tercermin melalui komunikasi yang intensif dan penyelesaian berbagai persoalan secara humanis, tetapi juga didukung oleh sejumlah inovasi yang memperkuat sistem keamanan desa.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian tim penilai adalah keberadaan jaringan kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di sejumlah titik strategis desa. Selain itu, Desa Nogosari juga mengembangkan pengelolaan kebun pertanian desa sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Tak hanya itu, Desa Nogosari memiliki sejumlah program unggulan, seperti Trisula Naga dan E-Thithir, yang dirancang untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat berbasis kolaborasi. Berbagai inovasi tersebut sebelumnya berhasil mengantarkan Desa Nogosari meraih Juara I Lomba Tiga Pilar Kamtibmas tingkat Polda Jawa Timur, sehingga dipercaya mewakili provinsi pada ajang nasional dan bersaing dengan sembilan desa terbaik lainnya dari seluruh Indonesia.

Kekompakan antara pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan sistem keamanan yang berbasis partisipasi warga. Keharmonisan tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan desa dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.
Pemerintah Kabupaten Pacitan menyambut baik pelaksanaan penilaian tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja sama lintas sektor yang selama ini terjalin. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Hesti Suteki, mengatakan bahwa kunjungan Tim Mabes Polri merupakan bagian dari rangkaian penilaian Lomba Tiga Pilar Kamtibmas Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Nogosari.
“Melalui kegiatan ini, Kabupaten Pacitan berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat semakin kokoh, sehingga semangat gotong royong dalam menjaga keamanan dan ketertiban dapat terus tumbuh sebagai budaya yang mengakar di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Hesti.
Dengan penilaian tingkat nasional ini, Desa Nogosari tidak hanya membawa nama baik Kabupaten Pacitan dan Jawa Timur, tetapi juga menunjukkan bahwa keamanan yang berkelanjutan lahir dari kebersamaan, komunikasi yang harmonis, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga desa tetap aman, damai, dan sejahtera.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno












