Info Bekasi

‎Atasi Masalah Sampah dan Krisis Lahan Makam, Anim Imamudin Dorong Kemandirian RW di Jatisari

×

‎Atasi Masalah Sampah dan Krisis Lahan Makam, Anim Imamudin Dorong Kemandirian RW di Jatisari

Sebarkan artikel ini
IMG 20260712 WA0004 1

Faktanews24.com | BEKASI – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Anim Imamudin, S.E., M.M., menggelar Jaring Aspirasi Masyarakat dalam kegiatan Reses Ke-2 Tahun 2026 di Wilayah Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah krusial bagi warga untuk menyampaikan berbagai keluhan mendesak terkait infrastruktur dan sosial lingkungan.

Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Jatiasih Dian Herdiana, Plt Lurah Jatisari Muhidin Asegap, tokoh masyarakat, serta para Ketua RW yang tergabung dalam paguyuban setempat.

‎Dalam reses kali ini, isu pengelolaan sampah menjadi sorotan utama. Dengan total 20 RW, wilayah Jatisari menghasilkan sekitar 20 ton sampah setiap harinya. Menanggapi tantangan ini, Anim Imamudin mengajak masyarakat untuk bergerak aktif dan memanfaatkan program stimulus dari pemerintah.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memaksimalkan Program Hibah Rp100 Juta per RW. Dana tersebut harus dikelola dengan bijak dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh warga, terutama dalam pembenahan lingkungan,” ujar Anim di hadapan konstituen.

‎Lebih lanjut, legislator yang membidangi urusan kesejahteraan rakyat ini mendorong setiap RW di Jatisari untuk meniru keberhasilan RW 09 dalam pengelolaan sampah mandiri.

“Kita harus mengubah cara pandang terhadap sampah. Saya akan dorong setiap RW di Jatisari agar mampu mandiri mengolah sampah dari rumah. Contoh nyata sudah ada di RW 09, di mana pengelolaan sampah yang berjalan baik mampu menghasilkan nilai ekonomis dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” tambah Anim.

‎Selain persoalan sampah, warga juga mengeluhkan kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jatisari yang kian memprihatinkan. Lahan pemakaman dilaporkan sudah hampir habis. Ironisnya, lokasi TPU Jatisari 2 kerap terendam banjir setiap kali mendapat air kiriman dari wilayah Bogor.

‎Merespons keluhan tersebut, Anim memberikan angin segar terkait ketersediaan lahan pemakaman baru. Saat ini telah tersedia lahan makam seluas 1,5 hektare di RW 03, Kelurahan Jatisampurna, Kecamatan Jatisampurna. Lahan ini merupakan dana kompensasi fasilitas sosial (fasos) dari perumahan ALTEA sebesar 2% dari total luas 75 hektare.

‎”Alhamdulillah, kita dapat 1,5 hektare untuk masyarakat Kota Bekasi. Di sekitar lokasi tersebut masih ada tanah kosong. Saya akan terus mengawal dan mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pembebasan lahan guna perluasan TPU. Masih ada potensi sekitar 2.000 hingga 6.000 meter persegi lagi yang bisa kita usahakan untuk kebutuhan makam warga,” jelas Anim optimis.

‎Program dan solusi yang dipaparkan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi ini mendapat respons positif dari warga yang hadir. Gendis, salah satu warga Jatisari, mengungkapkan rasa lega sekaligus harapannya agar janji penataan lingkungan ini segera terealisasi.

‎”Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan solusi dari Pak Anim. Masalah sampah dan makam ini sudah sangat meresahkan warga di sini. Setiap hujan besar kami selalu was-was TPU banjir. Dengan adanya rencana perluasan lahan makam dan program sampah mandiri ini, kami berharap Pemerintah Kota Bekasi bisa langsung mengeksekusinya tanpa menunda lagi,” tutur Gendis.

‎Melalui reses ini, Komisi IV DPRD Kota Bekasi berkomitmen untuk membawa seluruh aspirasi warga Jatisari ke tingkat kebijakan daerah agar penanganan sampah dan pembenahan fasilitas pemakaman dapat direalisasikan dalam anggaran mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!