Berita Nasional

Di Balik Bimtek Demokrat Pacitan, Bursa Calon Bupati 2031 Mulai Menghangat; Sejumlah Nama Masuk Radar

×

Di Balik Bimtek Demokrat Pacitan, Bursa Calon Bupati 2031 Mulai Menghangat; Sejumlah Nama Masuk Radar

Sebarkan artikel ini
IMG 20260706 WA0130

Faktanews24.com – Pacitan, Pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar Partai Demokrat di Kabupaten Pacitan tidak hanya menjadi ajang penguatan kapasitas kader. Di balik agenda resmi tersebut, mulai berkembang berbagai pembicaraan mengenai arah regenerasi kepemimpinan daerah dan potensi figur yang akan tampil pada kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan mendatang.

Meski tahapan pemilihan kepala daerah masih cukup panjang, dinamika politik di tingkat internal partai maupun komunikasi antar figur dinilai mulai bergerak. Sejumlah pengamat menilai, kemunculan nama-nama bakal calon jauh sebelum tahapan resmi merupakan hal yang lazim dalam proses politik sebagai bagian dari penjajakan, pemetaan kekuatan, hingga pengukuran elektabilitas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Faktanews24.com dari sumber internal yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, sejumlah kader Partai Demokrat disebut mulai masuk dalam pembahasan internal sebagai figur potensial untuk diusung pada Pilkada mendatang.

Beberapa nama yang disebut antara lain Wakil Bupati Pacitan Gagarin, Baginda Rahadian Pratama, Indra Widya Agustina, serta Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi (ASB). Selain itu, dari kalangan birokrasi muncul pula nama Khemal Pandu Pratikna yang disebut ikut diperhitungkan dalam berbagai simulasi politik.

“Nama-nama tersebut konon mulai dipersiapkan sebagai bakal calon bupati maupun wakil bupati pada periode mendatang,” ujar sumber tersebut kepada wartawan pada Senin, 6 Juli 2026.

Sumber yang sama menjelaskan, hingga kini belum terdapat keputusan politik yang bersifat final. Namun, sejumlah simulasi pasangan mulai menjadi bahan diskusi di kalangan internal.

Salah satu skenario yang disebut sempat mengemuka ialah pasangan Gagarin dengan Baginda Rahadian Pratama. Selain itu, berkembang pula alternatif lain yang memasangkan Baginda Rahadian Pratama dengan Khemal Pandu Pratikna ataupun Arif Setia Budi.

Meski demikian, seluruh konfigurasi tersebut masih sebatas dinamika dan pembahasan internal yang belum memperoleh keputusan maupun rekomendasi resmi dari Partai Demokrat.

IMG 20260706 WA0093

Saat dikonfirmasi mengenai munculnya namanya dalam bursa bakal calon kepala daerah, Sekretaris DPC Partai Demokrat Pacitan yang juga Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi, memilih tidak memberikan komentar lebih jauh.

Menurutnya, kewenangan menentukan pasangan calon kepala daerah sepenuhnya merupakan hak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

“No comment, Mas. Soal bakal pasangan calon kepala daerah, itu sepenuhnya ranah DPP,” ujarnya singkat.

Fenomena mulai bermunculannya sejumlah nama tersebut menunjukkan bahwa proses regenerasi kepemimpinan di Kabupaten Pacitan perlahan memasuki fase awal. Dalam praktik politik, komunikasi antartokoh, pemetaan kekuatan, hingga simulasi pasangan merupakan proses yang lazim dilakukan jauh sebelum tahapan resmi pemilihan dimulai.

Namun demikian, seluruh nama yang saat ini beredar masih sebatas bagian dari dinamika politik dan belum dapat dimaknai sebagai keputusan resmi partai. Penentuan calon kepala daerah nantinya tetap akan melalui mekanisme organisasi, proses survei, pertimbangan elektabilitas, serta dinamika koalisi politik yang berkembang menjelang pelaksanaan Pilkada.

Dengan demikian, berbagai nama yang kini menjadi perbincangan publik masih memiliki peluang yang sama untuk berkembang ataupun berubah seiring dinamika politik yang akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *