Info Polisi

Jelang Panen Akhir Juni, Polsek Kandis Pantau Jagung Tumpang Sari 3 Hektare di Lahan PT KPAK

×

Jelang Panen Akhir Juni, Polsek Kandis Pantau Jagung Tumpang Sari 3 Hektare di Lahan PT KPAK

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 0613 124635

SIAK –  FaktaNews24.com,- Sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, Polsek Kandis terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap lahan pertanian jagung pipil yang dikelola masyarakat maupun perusahaan di wilayah hukumnya.

 

Pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, Bhabinkamtibmas Kampung Samsam, Aipda Jonsen Purba, melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil pola tumpang sari di lahan milik PT KPAK yang berada di Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

 

Dari hasil pengecekan diketahui bahwa tanaman jagung pipil yang ditanam di lahan seluas 3 hektare tersebut saat ini berusia sekitar 101 hari dan masih dalam tahap perawatan oleh pihak PT KPAK. Tanaman tumbuh dengan baik dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada akhir Juni 2026.

 

Adapun lahan tersebut merupakan lahan tumpang sari dengan luas 3 hektare yang menggunakan benih jagung pipil sebanyak 20 kilogram. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

 

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kandis Kompol Herman Pelani, S.H., M.H., mengatakan bahwa jajaran Polri terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional.

 

“Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan. Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan yang dilakukan secara rutin, kami berharap tanaman jagung yang dibudidayakan masyarakat maupun pihak perusahaan dapat berkembang optimal hingga masa panen,” ujar Kompol Herman Pelani.

 

Lebih lanjut, Kapolsek menegaskan bahwa sinergi antara Polri, kelompok tani, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional.

 

Diharapkan hasil panen nantinya dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi pangan di Kabupaten Siak sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

YB. Sihotang(KAPERWIL-RIAU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *