Faktanews24.com
KABUPATEN CIREBON – Kasus pembunuhan yang diduga dilakukan sekelompok geng motor di wilayah Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, hingga kini masih belum menemukan titik terang. Peristiwa yang merenggut nyawa seorang siswa SMAN 1 Kaliwedi bernama Nanda (16 tahun) pada 25 Desember 2024 silam itu dinilai mandek, sementara ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka masih bebas berkeliaran di tengah masyarakat.(11/06/2026).
Kejadian berlangsung di kawasan Toang, Desa Slendra, Blok Temu Kuning. Korban tewas setelah mengalami pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga anggota geng motor.
Hingga memasuki pertengahan tahun 2026, tidak ada perkembangan berarti dari sisi penegakan hukum. Dua dari tiga tersangka yang telah ditetapkan statusnya oleh Polsek Gegesik, yakni Rendi dan David, justru diketahui masih berada di tempat tinggal masing-masing, bahkan sempat terlihat beraktivitas seperti warga biasa.
“Sudah hampir 2 tahun peristiwa itu terjadi, tapi kami tidak melihat keseriusan aparat. Seolah-olah mata hukum tertutup. Pelaku masih bebas, bahkan ada yang sempat melangsungkan acara keluarga tanpa ada gangguan penangkapan,” ujar Turah salah satu keluarga korban dengan nada kecewa.
Mereka mempertanyakan komitmen penegak hukum. Apakah kasus hilangnya nyawa seseorang dianggap ringan dan cukup berhenti pada penetapan status tersangka saja, Apakah hukum hanya berjalan di atas kertas, Kami ingin pelaku diadili dan dihukum setimpal agar tidak ada lagi korban serupa,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, Rendi disebut-sebut sebagai otak utama peristiwa itu. Dalam unggahan media sosial yang sempat tersebar, ia terkesan tidak menunjukkan rasa bersalah dan bahkan menyebut peristiwa itu hanya soal kecil. Hal ini makin memicu kekecewaan keluarga yang merasa keadilan belum ditegakkan.
Pihak kepolisian melalui Polresta Cirebon hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait hambatan penangkapan dan penyelesaian kasus tersebut. Keluarga berharap ada langkah nyata, bukan sekadar pernyataan, untuk mengungkap seluruh fakta dan menjatuhkan hukuman yang adil bagi para pelaku.
“Kami tidak akan berhenti menuntut kejelasan. Nyawa anak kami tidak bisa dianggap remeh. Semua pihak harus bertanggung jawab agar peristiwa ini tidak terulang dan hukum benar-benar berpihak pada korban,” pungkas Turah.
Jono
Kasus Pembunuhan di Kabupaten Cirebon Mandek, Keluarga Korban Tuntut Keadilan











