Info Bengkalis

Dukung Swasembada Pangan Presiden RI, Polsek Bengkalis Intensifkan Perawatan Lahan Jagung Pipil di Desa Ketam Putih Kec.Bengkalis 

×

Dukung Swasembada Pangan Presiden RI, Polsek Bengkalis Intensifkan Perawatan Lahan Jagung Pipil di Desa Ketam Putih Kec.Bengkalis 

Sebarkan artikel ini
IMG 20260522 WA0009

Dukung Swasembada Pangan Presiden RI, Polsek Bengkalis Intensifkan Perawatan Lahan Jagung Pipil di Desa Ketam Putih Kec.Bengkalis

 

BENGKALIS – Dalam rangka menyukseskan program Swasembada Pangan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkalis terus menunjukkan komitmen nyata di lapangan. Pada Rabu pagi (20/05/2026) sekira pukul 10.24 WIB, jajaran Polsek Bengkalis melaksanakan kegiatan pemantauan dan perawatan intensif pada tanaman Jagung Pipil yang berlokasi di Jalan Simpang Tiga Seliau, Dusun 2 RT 01 RW 04, Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

IMG 20260522 WA0011

Kegiatan peninjauan lapangan tersebut dihadiri langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Ketam Putih, Aipda Muhammad, bersama dengan perwakilan dari Kelompok Tani Berkah Lestari, Fakhrurrazi. Sinergitas di lapangan ini menjadi kunci utama dalam memastikan rantai produksi pangan di tingkat desa dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

IMG 20260522 WA0008 IMG 20260522 WA0011 1

Kapolres Bengkalis melalui Ps. Kapolsek Bengkalis, Iptu Hendro Wahyudi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa tanaman jagung pipil yang dikelola di atas lahan milik Pemerintah Desa Ketam Putih tersebut saat ini telah memasuki usia pertumbuhan sekitar 5 minggu atau tepatnya 43 hari. Guna menunjang produktivitas yang maksimal, serangkaian tindakan perawatan agrikultur secara rutin terus digencarkan.

“Perawatan rutin yang kami lakukan bersama kelompok tani meliputi pengairan lahan, penjarangan untuk menyingkirkan tanaman yang berlebih, penyiangan guna mengendalikan gulma, pembumbunan untuk menutup kembali akar dengan tanah, hingga pemupukan serta pengendalian hama penyakit. Semua ini kami lakukan demi mendukung pertumbuhan optimal dan mendongkrak produktivitas jagung pipil saat panen nanti,” ujar Iptu Hendro Wahyudi.

 

Lebih lanjut, proyek ketahanan pangan di atas lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare ini mengandalkan sumber air dari sumur dan tali air di sekitar lokasi. Teknis pengelolaan lahan ini dijalankan melalui kolaborasi erat antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketam Putih bersama Kelompok Tani Berkah Lestari—yang mana pada awalnya merupakan kelompok masyarakat yang diinisiasi oleh Polsek Bengkalis dengan nama Kelompok Tani Bunga Tanjung untuk mendukung gerakan swasembada pangan. Secara geografis, lokasi lahan strategis ini berada pada titik koordinat 1°25’11.712″N 102°20’18.024″E.

 

Berdasarkan latar belakang program, Unit Pertanian Desa Ketam Putih ini sebenarnya telah resmi dibentuk sejak bulan Desember 2025. Struktur manajemennya diperkuat oleh 3 orang pengurus BUMDes (terdiri dari Direktur, Sekretaris, dan Bendahara) serta didukung oleh 2 orang pengurus unit pertanian (Ketua dan Bendahara), dengan memberdayakan 1 orang petani khusus yang fokus pada komoditas jagung.

 

Kendati telah dibentuk sejak akhir tahun lalu, kegiatan penanaman budidaya jagung baru dapat terealisasi secara penuh pada tahun 2026. Hal tersebut disebabkan oleh kendala faktor alam, yakni kondisi iklim musim kemarau ekstrem yang sempat melanda wilayah Bengkalis dan menyebabkan sumber air di sekitar lahan mengering.

 

Kelancaran program ketahanan pangan ini juga tidak terlepas dari dukungan regulasi dan anggaran pemerintah. Kegiatan ini difasilitasi penuh oleh Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) Kementerian Desa PDT Kecamatan Bengkalis. Keterlibatan TPP P3MD ini bertindak sebagai bentuk pengawasan sekaligus pendampingan teknis, mengingat program swasembada ini bersumber dari alokasi 20 persen Dana Desa yang diprioritaskan untuk ketahanan pangan.

 

Polri, khususnya Polres Bengkalis, menegaskan akan terus mengawal jalannya program strategis ini demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri serta menekan ketergantungan terhadap komoditas impor. Selain berdampak langsung pada stabilitas pangan nasional, langkah ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani lokal. Terlebih lagi, komoditas jagung pipil memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan permintaan pasar yang terus melonjak, baik untuk pemenuhan pangan maupun industri pakan ternak.

 

Berdasarkan estimasi perkembangan vegetatif tanaman di lapangan, komoditas jagung pipil di Desa Ketam Putih kecamatan Bengkalis ini diperkirakan akan siap memasuki tahap panen raya pada bulan Juni 2026 mendatang. Seluruh rangkaian kegiatan pemantauan dan perawatan dari awal hingga akhir berjalan dalam situasi yang aman, tertib, dan kondusif.

 

 

NSR

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *