Berita Nasional

Pengendara Motor Asal Brebes Tewas Diduga Saat Dikejar Polisi di Pacitan, Anggota Satlantas Diperiksa Internal

×

Pengendara Motor Asal Brebes Tewas Diduga Saat Dikejar Polisi di Pacitan, Anggota Satlantas Diperiksa Internal

Sebarkan artikel ini
IMG 20260326 WA0079

Faktanews24.com – Pacitan, Insiden tragis terjadi di wilayah Kabupaten Pacitan pada Rabu, 25 Maret 2026 siang. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Dusun Pager, Desa Arjowinangun, Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan. Korban diduga mengalami kecelakaan saat berusaha menghindari petugas Satlantas yang melakukan peneguran pelanggaran lalu lintas.

Korban diketahui bernama Diva Tri Herianto (21), warga Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Ia datang ke Pacitan untuk bersilaturahmi dengan keluarga sekaligus menghadiri rencana pernikahan kakaknya. Namun perjalanan tersebut justru berakhir tragis.

Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat anggota Satlantas menemukan dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh korban.

“Awalnya anggota mendapati adanya dugaan pelanggaran lalu lintas. Kemudian dilakukan peneguran, namun tidak diindahkan sehingga anggota melakukan pengejaran hingga akhirnya terjadi kecelakaan,” kata Kapolres Pacitan Ayub saat konferensi pers di Gedung Bhayangkara Mapolres Pacitan pada Rabu, 25 Maret 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung sekitar pukul 11.15 WIB. Saat itu korban mengendarai sepeda motor dengan kecepatan cukup tinggi di kawasan jalan permukiman warga yang sempit dan padat penduduk.

IMG 20260326 WA0075

Dalam proses pengejaran tersebut, korban diduga kehilangan kendali. Sepeda motor yang dikendarainya kemudian menabrak tiang dan pagar tangga Tanggul Sungai Grindulu, tepatnya di Dusun Pager, Desa Arjowinangun, wilayah Kecamatan Pacitan.

Benturan keras membuat korban mengalami luka berat, terutama di bagian kepala. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi dan berusaha memberikan pertolongan. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pacitan untuk proses penanganan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan medis guna memastikan penyebab pasti kematian.

Kapolres Pacitan menegaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan mengamankan anggota Satlantas yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Anggota yang diketahui berinisial Aipda RD saat ini sedang menjalani pemeriksaan internal.

“Kami sudah mengamankan anggota yang terlibat dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan internal. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk penanganan lebih lanjut,” ujar AKBP Ayub.

Ia menegaskan, kepolisian akan menangani kasus ini secara objektif dan transparan. Jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran prosedur atau tindakan yang tidak sesuai dengan standar operasional, maka sanksi tegas akan diberikan.

“Kami berkomitmen menangani kasus ini secara objektif. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang terlibat, kepolisian juga tengah mengumpulkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Termasuk di antaranya rekaman CCTV milik warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Rekaman tersebut akan digunakan untuk memastikan kronologi secara utuh, sekaligus mengevaluasi tindakan petugas di lapangan, apakah sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku atau tidak.

Kapolres juga menyampaikan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kematian korban yang diketahui masih berusia muda sempat memicu emosi warga di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah warga dilaporkan mendatangi Petugas di TKP dan mempertanyakan proses pengejaran yang dilakukan di kawasan permukiman padat.

Situasi sempat memanas dan nyaris terjadi aksi amuk massa. Namun aparat kepolisian yang berada di lokasi segera melakukan pengamanan untuk meredam situasi dan mencegah terjadinya kericuhan.

Kapolres Pacitan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Ia sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Kami atas nama pimpinan dan pribadi memohon maaf kepada masyarakat Pacitan. Kami juga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas kejadian ini,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa korban datang ke Pacitan untuk menghadiri acara keluarga menjelang rencana pernikahan kakaknya. Kedatangannya merupakan bagian dari perjalanan mudik untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar.

Namun nahas, perjalanan tersebut justru berakhir dengan kecelakaan tunggal yang merenggut nyawanya di wilayah Desa Arjowinangun.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti kronologi kejadian. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi di lokasi serta menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan proses penegakan hukum di jalan raya yang berujung pada korban jiwa. Polisi memastikan bahwa hasil penyelidikan akan disampaikan secara terbuka kepada publik setelah seluruh proses pemeriksaan selesai.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *