Berita Nasional

Potong Rambut Pak Tu Jadi Favorit Warga Pacitan Jelang Lebaran, Omzet Meningkat Selama Ramadan

×

Potong Rambut Pak Tu Jadi Favorit Warga Pacitan Jelang Lebaran, Omzet Meningkat Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260315 WA0073

Faktanews24.com – Pacitan, Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran tahun 2026, berbagai aktivitas masyarakat mulai mengalami peningkatan, termasuk jasa potong rambut. Salah satu tempat potong rambut yang ramai didatangi warga adalah milik Tuginen atau yang akrab disapa Pak Tu, yang berada di Dusun Ngrejoso, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, tepatnya di sebelah timur kawasan Makam Gunung Pegat.

Di tengah kesibukan masyarakat mempersiapkan kebutuhan Lebaran, jasa potong rambut menjadi salah satu kebutuhan penting. Banyak warga ingin tampil lebih rapi saat menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Kondisi ini membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha jasa pangkas rambut di Pacitan, termasuk Pak Tu.

Sejak awal Ramadan hingga mendekati Lebaran, jumlah pelanggan yang datang ke tempat pangkas rambut sederhana milik Pak Tu mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Saat ditemui wartawan pada Minggu, 15 Maret 2026, Pak Tu mengaku bersyukur karena usahanya kembali ramai didatangi pelanggan.

“Alhamdulillah hari ini mendapatkan jumlah pelanggan yang banyak. Sekitar 30 orang yang sudah potong rambut ke tempat saya,” ujarnya.

IMG 20260315 WA0074

Ia menjelaskan bahwa pada hari-hari biasa, tempat pangkas rambutnya cenderung sepi. Bahkan terkadang dalam satu hari hanya beberapa orang saja yang datang untuk potong rambut. Namun situasi berubah ketika memasuki bulan Ramadan.

Menurutnya, menjelang Lebaran memang selalu menjadi momen yang dinanti oleh para pelaku usaha jasa pangkas rambut karena biasanya permintaan meningkat tajam.

“Kalau hari biasa itu sepi sekali. Kadang cuma beberapa orang saja. Tapi kalau sudah Ramadan seperti sekarang ini, apalagi mendekati Lebaran, biasanya pelanggan mulai banyak,” katanya.

Tempat potong rambut milik Pak Tu tergolong sederhana. Tidak ada fasilitas mewah seperti kursi modern, pendingin ruangan, ataupun dekorasi yang mencolok. Namun kesederhanaan itulah yang justru membuat tempat ini tetap diminati oleh masyarakat sekitar.

Dengan peralatan pangkas rambut yang sederhana serta pengalaman yang telah dimilikinya selama bertahun-tahun, Pak Tu mampu memberikan pelayanan yang memuaskan bagi para pelanggan.

Sebagian besar pelanggan yang datang adalah warga sekitar Desa Sukoharjo dan wilayah Kecamatan Pacitan. Bahkan tidak sedikit juga yang datang dari desa lain karena sudah mengenal kualitas potong rambut Pak Tu.

Beberapa pelanggan mengaku sudah lama menjadi langganan di tempat tersebut.

IMG 20260315 WA0075

Salah seorang pelanggan mengatakan bahwa ia memilih potong rambut di tempat Pak Tu karena selain hasilnya rapi, harganya juga sangat terjangkau.

“Sudah sering potong rambut di sini. Murah dan hasilnya juga rapi,” ujar Karto Warga Sirnoboyo Pacitan, seorang pelanggan yang sedang menunggu giliran.

Salah satu alasan utama mengapa tempat pangkas rambut Pak Tu selalu ramai pelanggan adalah karena harga yang sangat ekonomis.

Di tengah meningkatnya biaya hidup serta berbagai kebutuhan menjelang Lebaran, masyarakat tentu lebih memilih jasa yang terjangkau tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Di tempat Pak Tu, pelanggan hanya perlu membayar Rp10.000 untuk sekali potong rambut.

Harga tersebut terbilang sangat murah jika dibandingkan dengan tarif potong rambut di salon atau barber shop modern yang kini mulai banyak bermunculan di berbagai daerah.

“Di sini harganya Rp10.000 saja. Jadi masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk potong rambut,” kata Pak Tu.

Menurutnya, harga tersebut sengaja dipertahankan agar tetap terjangkau bagi semua kalangan masyarakat, terutama warga dengan ekonomi menengah ke bawah.

Fenomena meningkatnya permintaan potong rambut menjelang Lebaran sebenarnya bukan hal baru. Di berbagai daerah di Indonesia, tradisi merapikan diri sebelum Hari Raya Idulfitri sudah menjadi kebiasaan masyarakat sejak lama.

Banyak orang merasa kurang lengkap jika menyambut Lebaran tanpa penampilan yang rapi dan bersih.

Potong rambut menjadi salah satu bagian dari persiapan tersebut, selain membeli pakaian baru, membersihkan rumah, hingga menyiapkan hidangan khas Lebaran.

Hal ini pula yang membuat usaha pangkas rambut seperti milik Pak Tu selalu mengalami peningkatan pelanggan setiap menjelang Lebaran.

Sejumlah warga mengaku sengaja memotong rambut beberapa hari sebelum Lebaran agar terlihat lebih rapi saat bersilaturahmi dengan keluarga maupun tetangga.

“Biasanya memang potong rambut sebelum Lebaran supaya kelihatan rapi waktu silaturahmi,” kata Boyadi warga Dusun Nitikan Desa Sukoharjo Pacitan.

Lokasi tempat pangkas rambut Pak Tu juga cukup strategis karena berada di dekat kawasan Makam Gunung Pegat yang dikenal oleh masyarakat sekitar.

Letaknya yang berada di pinggir jalan memudahkan warga untuk datang tanpa harus mencari terlalu jauh.

Selain itu, suasana pedesaan yang tenang membuat pelanggan merasa nyaman saat menunggu giliran potong rambut.

Tidak jarang pelanggan yang datang juga sambil berbincang santai dengan Pak Tu maupun warga lain yang sedang menunggu.

Suasana kekeluargaan seperti ini menjadi ciri khas tempat pangkas rambut tradisional di desa.

Di tengah meningkatnya jumlah pelanggan selama Ramadan, Pak Tu berharap usahanya bisa terus berkembang di masa mendatang.

Ia juga berharap semakin banyak masyarakat yang datang untuk menggunakan jasanya.

“Harapannya ke depan semoga semakin banyak yang datang potong rambut di sini,” ujarnya.

Meski usahanya tergolong sederhana, Pak Tu tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.

Baginya, kepuasan pelanggan adalah hal yang paling penting agar usaha kecil yang ia jalankan dapat terus bertahan.

Usaha pangkas rambut seperti yang dijalankan Pak Tu merupakan salah satu contoh usaha kecil yang turut berperan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

Di daerah seperti Pacitan, usaha kecil dan mikro masih menjadi tulang punggung perekonomian warga.

Dengan modal yang tidak terlalu besar, usaha seperti ini mampu memberikan penghasilan bagi pemiliknya sekaligus menyediakan layanan yang dibutuhkan masyarakat.

Momentum Ramadan dan Lebaran pun menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Bagi Pak Tu, ramainya pelanggan menjelang Lebaran menjadi berkah tersendiri setelah pada hari-hari biasa usahanya sering kali sepi.

Di tengah kesederhanaannya, usaha pangkas rambut di Dusun Ngrejoso ini tetap menjadi pilihan masyarakat yang ingin tampil rapi tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.

Menjelang Lebaran yang tinggal menghitung hari, diperkirakan jumlah pelanggan yang datang ke tempat pangkas rambut Pak Tu masih akan terus bertambah.

Bagi warga sekitar, potong rambut di tempat Pak Tu bukan sekadar merapikan penampilan, tetapi juga bagian dari tradisi sederhana menyambut Hari Raya Idulfitri dengan penuh kebahagiaan.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *