Faktanews24.com – Pacitan, Suasana hangat terasa di halaman wingking (Halking) rumah dinas Bupati Pacitan pada Jumat, 13 Maret 2026 petang. Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah puluhan insan pers yang tergabung dalam Forum Pewarta Pacitan (FPPA) duduk bersama dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam sebuah momentum kebersamaan yang sarat makna di bulan suci Ramadan ini.
Kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan pemerintah daerah dengan para jurnalis yang selama ini menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Sekitar 67 wartawan diundang dan yang hadir sekitar 52 wartawan dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai media yang selama ini aktif meliput dinamika pembangunan di Pacitan. Suasana berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan, tanpa sekat antara pejabat daerah dan para pewarta.
Acara juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho, para asisten daerah, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran para pejabat ini semakin memperkuat pesan bahwa hubungan antara pemerintah dan media bukan sekadar hubungan kerja, tetapi juga kemitraan yang saling mendukung.
Menjelang waktu berbuka, kegiatan diawali dengan lantunan sholawat yang menambah nuansa religius di tengah suasana Ramadan yang semakin terasa menjelang akhir bulan suci.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan Dodik Sumarsono dalam sambutannya menyampaikan bahwa insan media memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai informasi pembangunan kepada masyarakat.
Ia mengapresiasi perhatian Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji yang masih menyempatkan diri mengundang para jurnalis di tengah berbagai kesibukan agenda pemerintahan.
“Terima kasih kepada bapak bupati yang telah mengundang teman-teman pewarta. Di tengah kesibukan beliau masih menyempatkan diri menggelar buka bersama insan media,” ujar Dodik.
Menurutnya, media merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun komunikasi publik yang sehat. Informasi yang disampaikan melalui media tidak hanya menjadi sarana pemberitaan, tetapi juga bagian dari proses edukasi kepada masyarakat.
Pacitan sendiri dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata yang besar. Dari deretan pantai eksotis hingga kekayaan budaya lokal, banyak potensi daerah yang dapat dikenal lebih luas melalui peran media.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat luas.
“Peran media sangat krusial. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan media akan mampu mewujudkan visi dan misi bupati, yaitu menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera,” jelasnya.
Dodik juga menekankan bahwa pemberitaan yang informatif dan konstruktif dapat membantu membangun citra positif daerah. Melalui tulisan dan karya jurnalistik para pewarta, berbagai potensi Pacitan mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, hingga perkembangan pembangunan daerah dapat lebih dikenal oleh masyarakat di tingkat nasional bahkan internasional.
Selain itu, media juga berperan dalam menjaga ruang informasi yang sehat bagi publik. Informasi yang akurat dan berimbang menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap berbagai kebijakan dan program pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Dodik juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan telah memasuki pekan-pekan terakhir. Ia berharap seluruh masyarakat tetap diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menuntaskan ibadah puasa dengan baik.
“Ramadan tinggal menyisakan satu pekan. Semoga kita semua masih diberikan kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan lancar di tengah kondisi cuaca seperti saat ini,” pungkasnya.
Sementara itu, suasana kebersamaan semakin terasa ketika waktu berbuka puasa tiba. Para jurnalis dan pejabat daerah bersama-sama menikmati hidangan berbuka yang telah disiapkan. Percakapan ringan pun mengalir di berbagai sudut halaman, membahas berbagai hal mulai dari dinamika pemberitaan hingga perkembangan daerah.
Momentum seperti ini menjadi penting dalam menjaga hubungan baik antara pemerintah daerah dan insan pers. Dalam praktiknya, hubungan tersebut bukan hanya sebatas penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari upaya bersama dalam membangun daerah.
Pers memiliki fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Sementara pemerintah daerah membutuhkan media sebagai saluran komunikasi untuk menjelaskan berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.
Melalui pertemuan yang hangat di bulan Ramadan ini, kedua pihak kembali meneguhkan komitmen untuk menjaga sinergi tersebut.
Bagi para jurnalis yang hadir, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat solidaritas antar sesama pewarta. Dalam keseharian, mereka sering bertemu di berbagai agenda peliputan. Namun melalui kegiatan seperti ini, hubungan yang terjalin tidak hanya sebatas profesional, tetapi juga kekeluargaan.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, kebersamaan antara pemerintah daerah dan insan pers di Pacitan ini menjadi gambaran bahwa komunikasi yang baik dapat menjadi fondasi bagi pembangunan daerah.
Harapannya, sinergi tersebut tidak hanya terbangun dalam sebuah acara seremonial, tetapi terus berlanjut dalam kerja nyata di lapangan. Dengan informasi yang jujur, terbuka, dan membangun, masyarakat dapat lebih memahami arah pembangunan daerahnya.
Pada akhirnya, kebersamaan di bawah langit Ramadan ini meninggalkan satu pesan sederhana: bahwa kemajuan daerah tidak dapat dibangun sendiri. Ia membutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan kepercayaan antara pemerintah, media, dan masyarakat. Dan pada senja itu, di halaman wingking rumah dinas bupati, kebersamaan itu terasa nyata.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno











